![]() |
| Oleh: Adi Kampai |
FS.Pesisir Selatan - Bagi masyarakat Nagari IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas, Jembatan Gantung Inunang bukan sekadar tumpukan besi dan beton. Ia adalah urat nadi kehidupan. Ia adalah jalan anak-anak pergi sekolah, jalan petani membawa hasil panen, dan jalan orang sakit menuju puskesmas.
Sejak jembatan lama rusak dihantam bencana pada Maret 2024, masyarakat harus memutar jauh, mengeluarkan biaya lebih besar, dan menanggung risiko setiap hari. Ada yang harus menyeberang dengan rakit, ada yang harus menempuh jalan memutar hingga belasan kilometer hanya untuk sampai ke kebun yang sebenarnya hanya di seberang sungai.
Karena itu, ketika Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas PUPR membangun kembali Jembatan Gantung Inunang senilai Rp3.555.695.874, masyarakat menyambutnya dengan air mata haru dan harapan yang besar. Ini bukan proyek biasa. Ini adalah janji negara kepada rakyatnya di pedesaan.
Proyek yang dikerjakan CV Taman Karya Manggala ini dimulai pada 14 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2026. Bagi masyarakat, tanggal itu bukan sekadar deadline kontrak. Tanggal itu adalah hari di mana impian mereka kembali tersambung.
*Harapan Masyarakat Itu Sederhana*
Masyarakat Inunang tidak meminta jembatan yang mewah. Mereka hanya meminta jembatan yang kuat, aman, dan selesai tepat waktu.
Seorang petani di Inunang berkata dengan polos, "Kalau jembatan ini selesai, kami tidak perlu lagi memutar 13 kilometer. Cukup 1-2 kilometer saja. Biaya angkut sawit turun, hasil panen bisa cepat sampai ke pasar. Anak kami bisa sekolah tanpa takut jatuh ke sungai."
Itulah impian masyarakat pedesaan. Sesederhana itu. Tapi bagi mereka, itu adalah segalanya.
Harapan lainnya, masyarakat ingin jembatan ini dibangun dengan kualitas yang benar-benar baik. Jangan sampai jembatan baru ini hanya bertahan sebentar lalu rusak lagi saat banjir datang. Mereka ingin jembatan yang bisa diwariskan kepada anak cucu mereka.
PUPR Pessel dan Kontraktor Harus Tepat Waktu
Di sinilah letak ujian bagi Dinas PUPR Pesisir Selatan dan kontraktor pelaksana. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Mereka sudah terlalu lama bersabar.
Kami percaya, PUPR Pessel dan kontraktor CV Taman Karya Manggala akan menyiapkan dan menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu. Komitmen itu harus dibuktikan bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan kerja nyata di lapangan: material harus datang tepat waktu, pekerja harus dibayar tepat waktu, dan kualitas harus dijaga.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pessel, Fahresi Eka Siska, sebelumnya telah menyampaikan progres pekerjaan dan komitmen untuk menuntaskan proyek ini. Masyarakat memegang janji itu.
Kami sebagai media akan terus mengawal. Bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan harapan masyarakat tidak kembali putus di tengah jalan.
Jembatan Ini Adalah Martabat Desa
Bagi masyarakat kota, jembatan mungkin hanya infrastruktur. Tapi bagi masyarakat Inunang, jembatan adalah martabat.
Jika jembatan ini selesai tepat waktu, maka ekonomi desa akan bergerak. Harga sawit petani akan lebih baik karena biaya angkut turun. Anak-anak bisa sekolah dengan tenang. Ibu-ibu bisa ke pasar dengan aman.
Jembatan Gantung Inunang adalah bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok nagari. Bahwa pembangunan tidak hanya milik kota, tapi juga milik desa.
Maka mari kita kawal bersama. PUPR Pessel bekerja dengan sungguh-sungguh, kontraktor bekerja dengan jujur dan profesional, masyarakat ikut menjaga dan mengawasi.
Karena ketika Jembatan Gantung Inunang berdiri kokoh di atas Sungai Batang Kapas nanti, yang berdiri bukan hanya besi dan beton. Yang berdiri adalah harapan, impian, dan masa depan masyarakat pedesaan.
