FKUB Papua Nobatkan Menag Lukman Hakim Saifuddin Jadi Tokoh Moderasi Beragama, Ini Alasannya - Fokussumatera

Breaking News

FKUB Papua Nobatkan Menag Lukman Hakim Saifuddin Jadi Tokoh Moderasi Beragama, Ini Alasannya


FS.Jayapura(PAPUA) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dinobatkan menjadi tokoh moderasi beragama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua,di Jayapura, Jumat (14/12) lalu. Sejumlah pemuka agama Papua menyampaikan alasan mengapa gelar Tokoh Moderasi Beragama pantas disematkan pada Menag LHS. 

“Saya melihat bahwa gagasan 'Moderasi Beragama' yang disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini, dimana 10 tahun belakangan ini kehidupan kerukunan umat beragama terancam rusak akibat dari pengaruh paham ekstrim agama dari luar yang masuk ke Indonesia,” ujar pemuka agama Kristen di tanah Papua Pdt Imanuel Kwano. 

Menurutnya, penyematan gelar tersebut merupakan inisiatif dari tokoh-tokoh agama, masyarakat, maupun cendekiawan di Papua. 

"Kami masih ingat, ketika pada 30  September 2018, Menag melakukan kunjungan kerja ke tanah Papua ini. Di sanalah Menag menjelaskan tentang konsep moderasi beragama," tuturnya. 

Saat itu, menurut Pdt Imanuel para tokoh agama dan tokoh adat Papua menyadari untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerukunan umat beragama tidak cukup hanya dengan memiliki gagasan dan ide ide saja.  Tetapi juga harus ada figur pemilik gagasan itu dimunculkan bersamaan dengan gagasannya ke publik sebagai ikon dan role model yang dapat diteladani oleh semua umat beragama di Indonesia.

"Dan tokoh itu tidak lain adalah Menag LHS yang memiliki konsep moderasi beragama tersebut. Kiprahnya selama ini juga terlihat dalam membina, merawat kehidupan serta kerukunan umat beragama," lanjut Pdt Imanuel. 

"Tokoh agama maupun tokoh adat di Papua mengambil inisiatif dan bersepakat memberikan gelar tersebut kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," imbuhnya.

Bagi Pdt Imanuel, penobatan Menag Lukman sebagai tokoh Moderasi Beragama, juga untuk menunjukan kepada seluruh rakyat Indonesia akan komitmen dan kesungguhan institusi Kementerian Agama dalam menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia. Pdt Imanuel berharap dengan dinobatkannya Menag Lukman sebagai tokoh moderasi beragama seluruh jajaran Kementerian Agama kiranya wajib mengembangkan gagasan Moderasi Beragama.

Hal senada disampaikan oleh Ketua MUI Kota Jayapura KH Sulham Ma’mun. “Kenyataannya Menag Lukman memang mampu memimpin kehidupan keagamaan di Indonesia sampai saat ini. Menurut saya Menag LHS mampu menjembatani antara tokoh umat beragama dengan pemerintah, dan juga antar umat beragama,” kata KH Sulham.

Wawasan tentang kehidupan beragama yang dimiliki Menag LHS menjadi alasan lain gelar tokoh moderasi beragama disematkan padanya. Hal ini disampaikan Sekretaris DPD Perkumpulan Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Papua UP Romo Dharmayana Sineru. 

“Beliau memiliki wawasan yang luas tentang kehidupan beragama. Beliau juga mampu menjembatani semua agama yang ada di Indonesia agar timbul keharmonisan, sekaligus menangani adanya timbul konflik beragama di Indonesia, baik tingkat nasional maupun daerah,” kata Romo Dharmayana.

Sementara, Ketua Paruman Walaka PHDI Kabupaten Jayapura Bagus Priyadi menilai sosok Menag LHS sebagai tokoh yang sangat nasionalis. Hal ini cocok dengan konsep Moderasi Beragama yang perlu dikembangkan di Indonesia. 

Menurutnya, pemahaman dan wawasan keagamaan yang baik serta sikap nasionalis, menjadikan Menag bisa menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia yang multikultural sekaligus agamis.  “Saya sangat setuju, beliau tokoh agama, sekaligus Menteri Agama yang sangat nasionalis,” kata Bagus Priyadi.

Bagus pun setuju dengan pemikiran Menag LHS tentang umat beragama di Indonesia. “Semua agama di Indonesia ibarat kepingan kaca yang jatuh dari langit, mari kita satukan kepingan-kepingan itu menjadi umat yang penyayang segala makhluk, seperti dalam ajaran Hindu,” kata Bagus Priyadi mengutip sambutan Menag Lukman.




# dan | Humas Kemenag/M.Arief Efendi

No comments