Breaking News

Terdepan Saat Terjadi Bencana, Wawako Hendri Septa Apresiasi TRC Semen Padang



FS.Padang(SUMBAR) - Wakil Walikota Padang Hendri Septa mengapresiasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang selalu 'stand bye' dan tampil terdepan sewaktu terjadi bencana di Kota Padang, terutama banjir dan bencana tanah longsor yang sering terjadi di Jalan Padang-Solok.

"Atas nama Pemko Padang, kami berterimakasih kepada TRC Semen Padang yang selalu konsisten dalam menanggulangi bencana. Seperti longsor di Jalan Padang-Solok contohnya. TRC memang tampil paling depan," kata Hendri Septa saat mengunjungi Mako TRC Semen Padang di kawasan Bukit Atas PT Semen Padang, Selasa sore (25/6).

Dalam kunjungan ke Mako TRC tersebut, juga diikuti Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A (Basarnas) Kota Padang, Asnedi, dan Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi serta lainnya. Rombongan disambut sejumlah manajemen PT Semen Padang. Diantaranya Direktur Utama (Dirut) Yosviandri, Kepala Unit Humas dan Kesektetariatan Nur Anita Rahmawati, Kepala Unit Sarana Umum Nurita Handayani, Koordinator TRC Semen Padang Kiki Warlansyah dan sejumlah staf dan karyawan PT Semen Padang.

Dalam kunjungan itu, Wakil Walikota Padang juga meninjau sejumlah fasilitas dan peralatan kebencanaan yang dimiliki TRC Semen Padang, mulai dari peralatan fitnes untuk relawan TRC, radio hingga perahu karet serta sarana-prasarana lainnya.

Hendri Septa mengatakan apa yang dilakukan TRC Semen Padang sangat penting, sehingga BUMN lainnya yang ada di Kota Padang semoga juga dapat membentuk relawan kebencanaan seperti yang telah dilakukan PT Semen Padang tersebut. Karena ibu kota Provinsi Sumbar ini tidak hanya rawan terhadap banjir dan longsor, tapi juga rawan terhadap bencana gempa dan tsunami.

"Kita sadar bahwa Padang ini rawan bencana, apalagi gempa yang berpotensi tsunami. Dengan adanya TRC dari PT Semen Padang kami tentu berharap, BUMN lainnya juga membentuk relawan kebencanaan. Sehingga jika terjadi bencana, risiko korban yang lebih banyak dapat diantisipasi," ujarnya.

Menurut orang nomor dua di Kota Padang itu, risiko korban saat terjadi bencana besar dapat diantisipasi, karena relawan kebencanaan fungsinya tidak hanya melakukan penanggulangan kebencanaan. Tapi juga berperan dalam melakukan mitigasi bencana untuk orang lain. "Minimal untuk keluarganya sendiri," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Kota Padang, Asnedi. Kata dia, TRC Semen Padang tidak hanya melakukan penanggulangan bencana longsor dan banjir, tapi juga ikut membantu Basarnas dalam melakukan pencarian orang hanyut di sungai dan tenggelam di laut.

"Setiap ada bencana, termasuk peristiwa orang hanyut dan tenggelam, kami di Basarnas selalu berkoordinasi dengan TRC Semen Padang. Kemudian kami juga kerjasama dalam bentuk pelatihan dan sharing. Kami berharap koordinasi ini terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi, menyebut TRC Semen Padang selalu menjadi andalan bagi pihaknya dalam menanggulangi setiap bencana, khususnya bencana longsor di Jalan Padang-Solok, karena akses Mako TRC Semen Padang juga dekat dengan Jalan Padang-Solok.
Kemudian untuk bencana lainnya seperti banjir, TRC Semen Padang juga diandalkan dalam membagi peran, apalagi fasilitasnya juga lengkap dan relawan TRC Semen Padang sendiri, selalu cepat memberikan respon jika terjadi bencana.

"Ke depan, kami berharap agar TRC Semen Padang terus melakukan pembinaan dan memfasilitasi relawannya dalam pelatihan-pelatihan terkait kebencanaan, karena BPBD sangat mengandalkan kemampuan relawan TRC Semen Padang," ungkap mantan Kadis Pariwisata Kota Padang itu.

Dirut PT Semen Padang Yosviandri, menyebut bahwa tidak ada seorang pun yang menghendaki terjadinya bencana, tapi jika terjadi bencana, para relawan TRC siap untuk turun ke lapangan. Bahkan, para relawan sudah tahu apa yang akan dilakukan, karena mereka pada umumnya sudah terlatih.
"Kami dari manajemen perusahaan, selalu menyiapkan berbagai kebutuhan seperti pelatihan untuk telawan TRC Semen Padang. Itu dilakukan, karena dalam menanggulangi kebencanaan, jangan sampai kita yang diselamatkan orang lain," katanya.

Isu gempa besar berpotensi tsunami yang akan melanda Kota Padang, sebut Yosviandri, hingga kini masih terus menghantui masyarakat. Bahkan untuk menghadapi bencana besar itu, manajemen PT Semen Padang sendiri sudah berulang kali melakukan simulasi bencana gempa di lingkungan perusahaan.

Bahkan tahun 2016 lalu, simulasi bencana gempa besar juga dilakukan oleh TRC Semen Padang bersama dengan Angkatan Laut Amerika di sela-sela Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK). Dalam simulasi di Lapangan Cubadak Indarung itu, juga ikut serta pihak Basarnas, BPBD dan Dinas Kesehatan.

"Memang kita tidak menginginkan terjadinya bencana gempa di Padang. Tapi kita sadar bahwa Padang memang rawan gempa dan tsunami. Tentunya melalui simulasi gempa itu, akan menambah kesiapan TRC Semen Padang dalam menghadapi bencana gempa besar," ujarnya.

Indarung sendiri yang merupakan tempat pabrik PT Semen Padang berdiri, tambah Yosviandri, lokasinya berada di dataran tinggi, dan tentunya akan menjadi tempat evakuasi para korban jika suatu saat bencana gempa besar yang menimbulkan tsunami itu terjadi di Padang.

"Jika memang bencana besar itu terjadi, TRC Semen Padang siap untuk mengevakuasi para korban ke Indarung. Tapi kami berraharap, mudah-mudahan saja gempa besar berpotensi tsunami itu tidak terjadi," pungkasnya.(David/*)