Hari Jadi Sumbar Jatuh Pada 1 Oktober 1945 - Fokussumatera

Breaking News

Hari Jadi Sumbar Jatuh Pada 1 Oktober 1945

                                                     22 Juli 2019


FS.Padang(SUMBAR) - Hari jadi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah ditetapkan yaitu 1 Oktober 1945. Penetapan berlangsung dalam sidang paripurna DPRD Sumbar, Senin(22/7).

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim mengatakan, penetapan Hari Jadi Sumbar pada 1 Oktober 1945, adalah Sumbar sebagai kesatuan wilayah administratif dalam kerangka NKRI. "Berbeda dengan Sumbar yang diidentikkan juga dengan Minang, yang memiliki adat dan budaya dengan filosofi ABS SBK, telah ada jauh sebelum terbentuknya NKRI," kata Hendra.

Hendra menjelaskan, penetapan Hari Jadi Sumbar ini sudah ada sejak anggota DPRD Sumbar periode 2004-2009. Ide tersebut belum terwujud karena banyak hal yang harus dipertimbangan, diantaranya tidak terlepas dari banyaknya momentum bersejarah yang memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai dasar hari terbentuknya Provinsi Sumatera Barat.

Pembahasan Ranperda Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ini dilakukan Komisi I DPRD Sumatera Barat, yang pada akhirnya fraksi – fraksi menyetujui Hari Jadi Sumatera Barat ditetapkan 1 oktober 1945 , dengan pertimbangan dan argumentasi yang telah dikaji oleh komisi I dan selanjutnya Ranperda ini dapat dilanjutkan pada tahap pembicaraan tahap II yaitu pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna yang telah dilaksanakan. 
Tentang nota penjelasan dalam penyampaian tiga Ranperda  yakni
1. Ranperda tata ruang kawasan strategis Danau Singkarak2019-2039
2. Ranperda tentang Persandian untuk Pengamanan informasi
3. Ranperda perubahan atas perda nmr 3 2014 tentang Rencana Induk pembangunan kparwisataan Sumbar 2014-2025
Mengulas dari 3 Ranperda tersbut, Ranperda tata ruang kawasan danau singkarak 2019-2039 untuk penataa dan pengembangan kawasan danau singkarak sebagai kawasan strategis propinsi
Mengingat kawasan tersebut dijadikan kawasan wisata dan perdagangan yang akan berdampak pada alih fungsi lahan. Dan perlu penataan ulang RTRW Kab. Tanah Datar dan Kab.Solok.(js)