Breaking News

Penyampaian KUPA-PPAS 2019 Dalam Rapat Paripurna DPRD Agam



FS.Agam(SUMBAR) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam Menggelar Rapat Paripurna yang di pimpin langsung oleh Ketua DPRD  Agam, Marga Indra Putra ,hadir wakil ketua Suharman,Taslim dan anggota DPRD Agam .

“Paripurna tersebut di hadiri wakil Bupati Agam Trindra Farhan Satria ,Sekretaris daerah Martias Wanto ,staf ahli , asisten plh Sekretaris DPRD Heriwardati dan kepala OPD serta undangan lainnya

Belanja Daerah Kabupaten Agam pada APBD Perubahan tahun 2019 diproyeksi sebesar Rp. 1,579 Triliyun. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Agam dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Agam, Jumat,(05/07) di Lubukbasung.

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp. 30,7 milyar atau sekitar 1,99% dari APBD awal yang ditetapkan sebesar Rp. 1,548 triliyun.

“Belanja daerah pada perubahan terdiri dari belanja langsung yang direncanakan sebesar Rp. 902 milyar dan belanja tidak langsung Rp. 677 milyar,” sebutnya.

Trinda merincikan, Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 902 milyar ini mengalami pengurangan sebesar Rp. 3,8 milyar atau sekitar 0,42% dibandingkan dengan APBD awal yang sebesar Rp. 905 milyar. Pengurangan belanja tidak langsung ini karena adanya penyesuaian tambahan penghasilan PNS dan belanja tidak terduga.

Sementara belanja langsung sebesar Rp. 677 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp. 34,6 milyar atau naik sekitar 5,39% dibandingkan dengan APBD awal yaitu sebesar Rp. 642 milyar.

“Kenaikan belanja langsung ini untuk mengakomodir penambahan belanja pada beberapa OPD dan pengalokasian bantuan keuangan khusus provinsi serta SILPA yang harus dianggarkan,” jelas Wabup Agam.

Disisi lain, untuk pos pembiayaan daerah tambah Trinda sesuai dengan hasil audit BPK RI diterima sebesar Rp. 61,9 milyar. Jumlah ini meningkat sebesar Rp. 27 milyar atau sebesar 78,25% dari APBD awal yang hanya Rp. 34,7 milyar.

“Berdasarkan rancangan KUPA PPAS Perubahan APBD 2019, posisi keuangan daerah masih dalam keadaaan defisit sebesar Rp. 1,7 milyar yang perlu kita atasi secara bersama- sama,”demikian ulasnya
(Defli)