Hijrah Menuju Khoiru Ummah - Fokussumatera

Breaking News

Hijrah Menuju Khoiru Ummah



            Oleh: Yanyan Supiyanti A.Md
(Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif)

Allah Swt telah mensifati umat Islam sebagai khoiru ummah (umat terbaik), sebagaimana firman-Nya:

"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi munkar dan mengimani Allah (TQS Ali Imran[3]:110).

Terkait itu, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw saat beliau di atas mimbar, "Siapakah manusia terbaik?" Rasulullah Saw menjawab:

"Manusia terbaik adalah yang paling banyak membaca dan memahami (Alquran), yang paling bertakwa kepada Allah, yang paling banyak melakukan amar makruf nahi munkar dan yang paling sering menyambung silaturahim (HR Ahmad).

Hijrah secara bahasa adalah berpindah dari sesuatu ke sesuatu yang lain atau meninggalkan sesuatu menuju sesuatu yang lain. Jadi hijrah itu identik dengan perubahan ke arah yang baik.

Hijrah itu terjadi karena adanya kesadaran yang muncul dengan cara muhasabah atau introspeksi diri. Rasulullah Saw bersabda:

"Seorang muslim adalah orang yang menjadikan kaum muslim selamat dari lisan dan tangannya. Seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang atas dirinya (HR al-Bukhari, Abu Dawud, an-Nasai, Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Humaidi).

Dengan demikian, setiap muslim harus segera berhenti dari apa yang Allah Swt larang dan meninggalkannya, sekaligus segera menjalankan berbagai ketaatan kepada-Nya. Dengan dua spirit ini, setiap muslim akan menjadi sosok yang makin taat, yakni khoiru ummah.

Kesempurnaan sifat khoiru ummah itu terwujud ketika umat Islam beriman dan bertakwa dengan syariah Islam, yang tampak dalam segala aspek kehidupan.

Sayang, potret sebagai khoiru ummah itu tidak tampak pada umat Islam hari ini. Umat Islam saat ini belum menjadi pemimpin bagi umat lain. Sebaliknya, umat Islam saat ini masih menjadi objek dan eksploitasi pihak lain. Boleh jadi salah satu penyebabnya karena amar makruf nahi Munkar belum tampak menonjol menjadi budaya umat Islam.

Kondisi umat yang terpuruk dan jauh dari predikat khoiru ummah ini tentu tidak boleh dibiarkan. Kondisi ini harus dirubah. Aktivitas perubahan harus gencar dilakukan di tengah umat ini. Sebab perubahan itu tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan. Allah Swt berfirman:

"Sungguh Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (TQS ar-Ra'du[13]:11).

Karena itu hijrah harus dilakukan bukan hanya pada tataran individu, tetapi juga pada tataran masyarakat, yakni perubahan menuju ketaatan kepada Allah Swt secara total. Ketaatan total kepada Allah Swt diwujudkan dengan penerapan syariah Islam kaffah di dalam seluruh aspek kehidupan. Ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen umat Islam.
Wallahu a'lam bishshawab.[]