Pemuda Dambaan Islam - Fokussumatera

Breaking News

Pemuda Dambaan Islam


                    Oleh : Nurul Putri K
Ummu Warrabatul Bait dan Pegiat Dakwah

Fokussumatera.com - "Masing-masing kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya". (HR. Bukhari Muslim). 

Kepemimpinan pada dasarnya adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan yang jelas. Salah satu tujuan yang harus dicapai dari suatu kepemimpinan adalah visi dari suatu organisasi yang dipimpinnya. Figur pemimpin muda saat ini diharapkan akan membawa perubahan dan pelayanan bagi masyarakat yang lebih baik. 

Dilansir dari Bandung, 86News – Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Provinsi Jabar merupakan salah satu Desa yang menyimpan segudang sejarah masa lampau yaitu adanya Situs wisata Batu Kuda dan beberapa tempat sejarah yang masih perlu dikelola supaya Desa Cibiru Wetan yang berada di wilayah Gunung Manglayang Kecamatan Cileunyi akan menjadi tempat wisata yang diharapkan oleh masyarakat sekitar.

Salah seorang tokoh pemuda sekaligus Ketua KNPI Cileunyi "Jajang Taryana yang keseharian akrab dipanggil Jatar sewaktu diwawancarai oleh beberapa media terkait pencalonan dirinya menjadi Bakal Calon Kepala Desa Cibiru Wetan menyampaikan "Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jumat, 19/07/2019.

Jajang juga menambahkan, terkait pencalonannya, terlepas dari dorongan masyarakat Desa Cibiru Wetan sehingga kami kedepanya akan meningkatkan pelayanan terhadap warga masyarakat dan selalu diutamakan itu terlihat dengan pola penerapan disiplin kerja terhadap perangkat desa, hal ini dilakukan demi untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta kedepannya Desa Cibiru Wetan akan dijadikan sebagai destinasi wisata.
Ditanya mengenai pilkades serentak pada 26 Oktober 2019 nanti Jajang menyampaikan “Saya akan melanjutkan program Kepala Desa Cibiru Wetan yang lama, hal ini masih banyak yang harus dikerjakan dan dibenahi terkait prasarana pembagunan sosial kemasyarakatan yang lebih baik. Kami bersama BPD dan LKMD dan komponen masyarakat akan terus melanjutkan program desa yg sedang berjalan dan dia meminta dukungan serta doa dari masyarakat Desa Cibiru Wetan serta masyarakat Kecamatan Cileunyi dan sekitarnya terkait pilkades tanggal 26 oktober 2019, supaya lebih maju dalam segala hal, ungkapnya." (Bandung86news.com).

Dr. Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Indonesia berkata, "Apabila ingin melihat suatu negara dimasa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini." 
Apa yang dikemukakan  Dr. Yusuf di atas seakan menjadi cerminan pemuda saat ini. Pemuda sebagai tonggak perubahan secara totalitas masih sulit ditemukan saat ini, era dengan berbagai gempuran isme kekufuran hanya mewujudkan perubahan secara parsial dan tidak mengakar.
Generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin, yang akan meneruskan estafet sejarah kehidupan menggantikan para pemimpin sebelumnya haruslah sosok pemuda yang kuat secara fisik dan aqliyah. Sejarah kegemilangan Islam banyak melahirkan pemuda-pemuda piawai dalam segala bidang. Mus'ab bin 'Umair, Ali bin Abi Thalib, Khalid bin Walid, Muhammad al Fatih adalah  contoh pemuda yang memilki andil besar terhadap peradaban Islam. Demikian pula Allah Swt dalam al Quran beberapakali menyebut dan mengisahkan keteladanan  pemuda. 

Beberapa diantaranya kisah para nabi dan salafus shalih. Kisah pemuda Ibrahim as. yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak meski harus berhadapan ancaman pembakaran atas dirinya, kemudian kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua) adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. 

Dalam Islam, para Nabi dan Rasul adalah  teladan terbaik bagi pemuda dan umat dalam merubah suatu bangsa termasuk di dalamnya  sosok panutan umat sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di dunia yang sampai saat ini pun kita masih meneladani jejak kehidupannya.
Perjuangan para pemuda bukanlah perjuangan ala milenial sekarang dengan iming-iming keduniaan, jabatan dan popularitas. Dalam situasi politik bangsa yang berjalan seperti sekarang ini, dibutuhkan gebrakan serta jalan secara revolusioner bukan parsial lagi. 

Pasalnya, perubahan hakiki sebagaimana yang diraih para pemuda di era kegemilangan Islam adalah perubahan besar untuk diterapkannya Islam dalam seluruh aspek kehidupan, dengan satu tujuan, mardhotilLaah.
Sayangnya, generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan (liberalis) dan hedonisme. Mereka cenderung menginginkan hal yang instan dan tidak menghargai proses. Sangat jauh berbeda dalam gambaran Islam, terlebih memilki keimanan yang kokoh terhadap Allah Swt. Ini pula-lah yang akhirnya Ashabul Kahfi diabadikan Allah dalam al Qur'an : 
"Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (TQS al-Kahfi : 13).

Perubahan yang semestinya terjadi adalah perubahan dari sesuatu yang rusak menuju sesuatu yang baik. Tentu perubahan seperti ini harus dimulai dengan terlebih dulu mengidentifikasi penyebab kerusakan yang terjadi. Rezim  silih berganti, namun kondisi kehidupan masyarakatnya tetap tidak bergeser dari keterpurukan. Faktor penyebab utama yang sesungguhnya adalah sistem yang digunakan oleh rezim tersebut. Ketika sistem itu rusak, siapapun orang yang menjalankannya akan menghasilkan kebijakan yang rusak pula. Untuk menilai apakah suatu sistem itu rusak atau tidak maka harus dilakukan penilaian terhadap ideologi yang mendasarinya. 

Sebagaimana diketahui, ada tiga ideologi yang ada di dunia saat ini, yaitu Kapitalisme, Sosialisme dan Islam. Ideologi Kapitalisme dan Sosialisme telah terbukti gagal mengantarkan manusia menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Bahkan keduanya telah menimbulkan berbagai kerusakan hampir diseluruh aspek kehidupan. Berbeda dengan ideologi Islam. Selama hampir 14 abad yakni sejak Rasulullah SAW menegakkan Daulah Islamiyah di Madinah hingga keruntuhan Khilafah Islamiyah pada tahun 1924, terbukti menjadi sumber kesejahteraan umat manusia di dua pertiga dunia. maka problematika utama kaum Muslim saat ini adalah bagaimana mengembalikan penerapan seluruh hukum yang diturunkan Allah, yakni syariah Islam, melalui penegakkan kembali Khilafah. Hanya melalui hal itulah kaum Muslim dapat melakukan perubahan hakiki, yakni melepaskan diri dari jeratan ideologi Kapitalisme yang menyengsarakan, sekaligus mengembalikan masa kegemilangannya seperti pada saat mereka dulu di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Dengan demikian, perubahan hakiki yang diharapkan  haruslah visioner bukan hanya menjadikan masyarakat maju dan sejahtera di dunia saja. Lebih dari itu wajib mengarahkan pada tersampaikannya perubahan masyarakat menuju kebahagiaan hakiki meraih ridho Allah dengan selalu menyeru kepada al-haq (kebenaran), mencintai Allah, dan menaati aturan dan perintah Allah termasuk menegakkannya dalam Insitusi Daulah al Khilafah berdasarkan petunjuk Allah dan RasulNya. Tidak perlu takut celaan ataupun tudingan yang datangnya dari musuh Islam dengan berbagai topeng dan mantel. Sebagaimana firmanNya :
”Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (TQS Al-A’raf : 181)
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah : 54)
”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 71). 
Wallahu a'lam bi ash-shawab