March 23, 2020

Dra.Neldayanti : Tahun 2045 Adalah Tahun Generasi Emas, Maka Diperlukan SDM yang Berkualitas Emas Pula


FS.Sawahlunto(SUMBAR)-Sebagaimana yang kita ketahui bersama kita telah memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Jadi pada tahun 2045 nanti kemerdekaan yang kita peroleh sudah mencapai angka 100 tahun. Hal ini  berarti kita sudah 100 tahun menikmati indahnya kemerdekaan dan lepas dari penjajahan. Tahun 2045 ini disebut juga sebagai tahun generasi emas. Pada tahun ini diperkirakan tingkat usia produktif masyarakat lebih tinggi dari sekarang. 

Generasi pada tahun ini diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan segala kebutuhan yang diperlukan dalam menyambut tahun 2045 ini. Salah satunya adalah dapat bersaing dengan berbagai negara yang mana mereka kebanyakan sudah maju lebih dahulu dari negara kita. Untuk bisa bersaing tentu  saja yang sangat penting dipersiapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas ‘’Emas’’. Dengan SDM yang berkualitas ‘’Emas’’ yaitu SDM yang  lebih unggul tentu saja kita mudah menguasai teknologi yang ada, memanfaatkan serta menggunakan dengan sebaik- baiknya untuk menghadapi berbagai tekanan yang mungkin saja banyak terjadi. 


Hal tersebut disampaikan Dra.Neldayanti, yang merupakan Guru SDN 06 Kubang Tangah,
Kota Sawahlunto, kepada fokussumatera.com hari ini Minggu, 23 Maret 2020.

Lebih lanjut Dra. Neldayanti menjelaskan  bahwa perlu dari sekarang  dipersiapkan generasi atau peserta didik yang lebih terampil, unggul dan juga rajin belajar dalam menimba ilmu pengetahuan. Selain itu juga dibutuhkan peserta didik yang mau bertanya apa yang tidak mereka pahami. Memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang positif juga termasuk langkah yang sangat tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan serta hambatan. 

Selain itu hal yang harus dipersiapkan lagi adalah pembentukan karakter dan sikap yang lebih baik dan sesuai dengan lima pokok nilai- nilai karakter yang ditetapkan, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. 

Cara pembentukan karakter ini bisa diterapkan oleh guru di sekolah- sekolah, orang tua di rumahnya masing- masing serta di dalam kehidupan bermasyarakat. Di sekolah guru dapat mencontohkan berbagai perilaku baik yang harus dilakukan, seperti saling menghargai sesama manusia, rajin beribadah, sholat berjamaah, mengaji dan bersedekah. Selain itu bisa juga dengan menunjukkan rasa cinta tanah air dengan mengikuti upacara secara khidmat dan menyanyikan lagu- lagu nasional dengan semangat.

‘’Kalau di rumah orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anaknya dengan memberi contoh dan bisa menjadi panutan bagi anak. Orang tua dapat mencontohkan apa saja perbuatan yang harus dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Hal ini sangat berdampak nantinya dalam penerapan sikap dan karakter anak di tengah-tengah masyarakat. Apabila dia sudah terbiasa baik sejak kecil dalam sikap dan tindakan biasanya sampai besar tetap terbiasa seperti itu. Tetapi kalau dari kecil sudah sering membuat keributan, sampai nanti hidup di masyarakat juga akan terbawa- bawa’’ jelasnya.

Jadi dalam menghadapi tahun generasi emas ini, pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan Sumber Daya Manusia yang lebih baik dan berkualitas. Selain itu juga pembentukan karakter, sikap dan moral juga sangat menentukan. Intinya adalah adanya keseimbangan antara Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) dan Imtaq (Iman dan taqwa). Kalau hanya Ipteknya yang bagus maka anak akan menjadi orang yang pintar tetapi jauh dari agama. Ia akan berkuasa tanpa memperhatikan hak-hak orang lain, sehingga dia bisa berbuat semena- mena. Kalau hanya Imtaqnya yang bagus maka anak juga akan ketinggalan oleh kemajuan zaman, karena tidak memiliki ketrampilan dan keahlian. Akan tetapi kalau mereka memiliki keseimbangan antara Iptek dan Imtaq maka anak akan menjadi orang yang cerdas dan juga berakhlak mulia. Dia akan mampu bersaing secara sehat dan tetap memperhatikan norma dan nilai-nilai kemanusiaan. 

‘’Apabila generasi pada tahun ini betul- betul sudah siap segalanya maka mereka akan mudah menguasai roda pembangunan dengan baik. Bisa menjalin kerjasama dengan negara lain dan memberikan yang terbaik bagi negeri tercinta ini. Namun apabila generasi yang ada mempunyai ilmu pengetahuan yang kurang, maka mereka akan ketinggalan oleh kemajuan zaman dan tidak memperoleh pekerjaan yang layak. Selain itu yang paling parahnya adalah mereka juga akan menjadi beban negara karena tidak bekerja atau pengangguran’’ tambahnya.

‘’Oleh sebab itu marilah kita persiapkan generasi sekarang yang cerdas, terampil dan berkarakter dalam menyonsong ‘Generasi Emas’ tahun 2045’’ ujar Dra. Neldayanti di akhir penjelasannya. (Z.Z. Dt.Malako)

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!