March 6, 2020

Susah Mendapat Pupuk Bersubsidi, Petani di Tanah Datar Keluhkan Hasil Panen Tak Maksimal


FS.Tanah Datar(SUMBAR)-Kelangkaan Pupuk Organik untuk pertanian akhir-akhir ini menjadi polemik yang meresahkan di masyarakat. Petani di beberapa daerah di Kabupaten Tanah mengeluh, akibat susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi, hasil panen menjadi  tidak maksimal.

Seperti keluhan yang disampaikan Pudin dan Didi, yang merupakan warga Kampung Kepalo Cubadak, Jorong Mandailing, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Kepada fokussumatera.com,  hari ini, Jum’at, 06 Maret 2020. Mereka mengaku sangat kecewa dengan hasil panennya.

Mereka mengatakan bahwa pada saat musim memupuk kemaren mereka tidak mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut membuat mereka terpaksa membeli Pupuk non subsidi dengan harga yang relatif mahal.

‘’Dengan modal yang terbatas terpaksa kami membeli pupuk yang non subsidi, harganya sangat mahal dan itupun mencarinya sangat susah. Tentunya dengan modal yang demikian dan harga pupuk yang mahal maka  jumlah pupuk yang kami peroleh menjadi berkurang. Dan itu tidak cukup untuk kebutuhan tanaman kami," kata mereka.

Dengan keterbatasan pupuk, mereka  sangat pasrah akan panennya.Tetapi usaha mereka tidak sia-sia. Tuhan tetap memberikan hasil  panen walau tidak  maksimal dan kurang memuaskan seperti biasanya.

‘’Biasanya panen lebih dari 60 karung sekarang alhamdulillah berkisar 40 karung, jadi ada penyusutan sekitar 20 karung’’ ujar Pudin. 


Meski dengan kondisi demikian mereka petani  semangat dan setelah panen padi ini mereka mengatakan  akan membuat  ladang semangka supaya bisa mengembalikan kekurangan hasil padinya dan berharap pupuk subsidi tidak langka lagi.

Sementara di lain tempat,masyarakat petani di Jorong Tiga  Batur, Sungai Tarab juga mengeluhkan hal yang serupa yang juga sangat menyayangkan kelangkaan pupuk subsidi.
Patla dan cempen CS, mempertanyakan sejauh mana peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam pengawalan dan penyebaran Pupuk Subsidi pada masyarakat.Mereka juga mengaku sangat kecewa kepada Dinas terkait atas kurangnya perhatian kepada masyarakat petani, khususnya mengenai hal Pupuk Subsidi.

Belakangan ini Pupuk Subsidi hanya bisa didapatkan oleh masyarakat Petani yang terdaftar sebagai Anggota Kelompok Tani, itupun yang telah memiliki Kartu ERDKK (Elektronik  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) atau yang lebih familiar disebut ‘Kartu Tani’.Belum lagi sistem pembayaran menggunakan kartu tersebut memakan waktu dan prosedur yang cukup lama.Belum lagi bagi masyarakat petani yang belum terdaftar dalam Kelompok Tani, namun ingin bergabung masuk menjadi/mendirikan Kelompok Tani butuh prosedur yang cukup panjang dan memakan waktu yang lama, sementara kebutuhan pupuk untuk tanaman mereka begitu mendesak dan butuh segera.

‘’Hal ini bIsa membuat resah petani, bahkan ada petani di Jorong  Tiga Batur yang sampai perang mulut, bahkan nyaris baku hantam  gara-gara masalah pupuk ini’’ jelas Patla dan Cempen CS  kepada fokussumatera.com di kediamannya, Jum’at 06 Maret 2020.

‘’Yang lebih anehnya lagi ada petani  yang masuk kelompok  tetapi tetap ngak  dapat pupuk,jadi  gimana lagi nasib kami petani kecil ini’’ tambah Cempen.

Masyarakat tentunya berharap agar Pemerintah dan Pemerintah Daerah  melalui Dinas  terkait dan Pihak yang berwenang segera dapat menyikapi masalah Pupuk Subsidi ini agar tidak berlarut-larut, sehingga masyarakat petani tidak lagi susah mendapatkan pupuk untuk tanaman mereka, karena sebagian besar sumber penghasilan masyarakat khususnya Tanah Datar ditompangkan pada sektor pertanian. (Z.Z.Dt.Malako)

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!