March 5, 2020

480 Ton Bumbu Rendang Siap di Ekspor ke Arab Saudi


                                05 Maret 2020
FS.SUMBAR-Sebanyak 43 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam Koperasi Iko Sero Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) siap mengekspor 480 ton bumbu rendang ke Arab Saudi, untuk kebutuhan makan 120.000 orang jamaah haji asal Indonesia di musim haji tahun 2020.

Jumlah ekspor 480 ton bumbu rendang tersebut dari perhitungan per jamaah mengkonsumsi 2 kilogram rendang selama 40 hari. Gebrakan Koperasi Iko Sero ini difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) yang sukses menggaet perusahaan katering asal Arab Saudi yakni Al Bait Maamour For Umra Service.

Pembina Koperasi Iko Sero sekaligus Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz, di Jakarta, Rabu (19/2/2020), mengatakan, ekspor bumbu rendang tersebut merupakan sejarah bagi UMKM Indonesia yang bisa menembus pasar luar negeri.

"Apalagi untuk persediaan makanan jamaah Haji, karena tak bisa sembarangan. Kami hanya ekspor bumbu dan juru masaknya. Sementara daging memang tidak mau pakai dari sini, tapi lebih bagus dari sana," jelasnya dalam acara penandatanganan MoU antara Koperasi Iko Sero dengan Al Bait Maamour For Umra Service di Jakarta, Selasa (19/2/2020) lalu.

Erwin melanjutkan, dalam dua bulan ke depan, pihaknya akan mulai produksi. Pihaknya menargetkan bisa memfasilitasi UMKM sebanyak 10 ton per hari.

"Kita ingin menunjukkan ke Menteri Koperasi dan UKM bahwa UMKM kita mampu mandiri. Kalau order nya sudah jelas begini, pihak swasta diharap mau membantu untuk memfasilitasi termasuk pembiayaan. Jadi selama 40 hari total kita kirim 480 ton bumbu rendang," katanya.

Menurut Erwin, dengan sentuhan teknologi modern, bumbu rendang diklaim bisa bertahan selama 1 tahun, tanpa bahan pengawet dan cita rasa yang tidak berubah.

Potensi ekspor ke negara-negara lain kata Erwin, kini terbuka lebar. Untuk itu, pihaknya akan menyasar negara-negara yang memiliki tenaga kerja Indonesia, seperti Malaysia dan Hong Kong. "Ini role model pertama di Indonesia. Harapannya presiden untuk menjaga koperasi dan UMKM tumbuh dengan baik. Ini sebagai pembuka," katanya.

Agar koperasi dan UMKM berkembang pesat, Pemerintah Daerah Payakumbuh berjanji akan membuat fasilitas UKM dengan skala industri dan biaya APBD dalam memenuhi permintaan yang lebih besar.

"Selama ini UMKM membuat sendiri-sendiri dengan keterbatasannya. Kalau diminta dalam jumlah besar, UMKM tidak mampu. Jadi pemerintah membuatkan fasilitas yang berskala indutri," imbuhnya.(hms sumbar)

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!