April 1, 2020

Jurnalis juga Pejuang Covid-19, Sudah Seharusnya Pemerintah Perhatikan Keselamatan Jurnalis Bertugas


FS.Tanah Datar(SUMBAR)-Sama halnya dengan Satuan Tugas  (Satgas) Penanganan Covid - 19, Jurnalis/Wartawan Tanah Datar juga menjalankan tugas mulia, memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang perkembangan wabah Covid-19 khususnya di Tanah Datar. 

Wartawan Tanah Datar melalui berbagai medianya baik cetak maupun online menjadi perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyampaikan berita, informasi serta himbauan Pemerintah berkaitan dengan Penanganan Penyebaran Covid-19. Tentunya resiko yang sama pun dapat dialami para Wartawan dalam meliput berita ke lapangan. Oleh karena itu sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga memperhatikan dan memprioritaskan keselamatan para Wartawan dalam bertugas.

Bagi seorang jurnalis untuk saat ini memiliki mobilitas tinggi dalam menyajikan informasi wabah COVID-19 ke masyarakat. Tidak hanya beresiko kecelakaan kerja, namun tidak menutup kemungkinan  dapat beresiko terjangkit/tertular wabah Covid-19 yang mematikan.

Meski saat ini jaman sudah canggih, narasumber dapat dihubungi untuk wawancara via telepon/Hp, WhatsApp dan sebagainya, namun Jurnalis/Wartawan  harus tetap ke turun ke lapangan untuk memperoleh data, fakta dan serta dokumentasi terbaru dan terupdate seputar Wabah Covid-19, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, akurat dan berimbang. 

Dalam situasi  wabah virus corona saat ini, resiko terbesar bagi seorang Jurnalis/Wartawan adalah sering berhadapan dengan narasumber yang belum tahu apakah dia terjangkit corona atau tidak. Namun demi penyajian informasi  akurat kepada masyarakat, mereka terkadang lengah dengan alat pelindung diri. 

Mengahadapi kenyataan yang demikian, salah satu wadah persatuan Wartawan Tanah Datar yang tergabung dalam Rumah Gadang Wartawan Luhak Nan Tuo (Rugawa LNT)  berharap kepada  Pemkab Tanah Datar juga dapat  mengalokasikan anggaran untuk keselamatan Jurnalis/Wartawan khususnya  peliput Virus Corona di Tanah Datar seperti masker, sarung tangan, dan Alat Pelindung Diri (ADP)  lainnya. 

Jika perlu Pemkab juga mengalokasikan anggaran untuk para Wartawan yang memberikan kontribusi update pemberitaan kepada masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Rugawa LNT, yang saat ini dipimpin oleh Bung Doy sebagai Ketua dan Nasrul Caniago sebagai Sekretaris kepada fokussumatera.com lewar Pers Rilisnya yang dikirimkan melalui Pesan WhatsApp, Rabu, 01 Maret 2020.

Dalam Pers Rilisnya, Rugawa LNT menyampaikan bahwa Wartawan Tanah Datar, minta perhatian Pemkab dalam situasional saat ini. Karena masih banyak wartawan di Tanah Datar yang belum maksimal diberikan tunjangan operasional dari perusahaan tempat bekerja. 

Pemkab juga harus memperhatikan mobilitas Jurnalis yang begitu tinggi agar informasi-informasi yang diberikan berimbang dan tidak memunculkan kekuatiran di tengah masyarakat. 

Dengan kondisi demikian  potensi tertular, juga sangat besar kepada para pemburu berita ini.

Maka Wartawan Tanah Datar melalui Rugawa LNT meminta perhatian dalam situasional saat ini kepada Pemkab Tanah Datar, karena  dalam sebuah permasalahan, ketika sebuah negara mengeluarkan kebijakan lockdown, apakah jurnalis akan berhenti bertugas? 

Tentu jawabannya tidak. Sama seperti para Dokter atau Tenaga Medis, Jurnalis akan tetap bertugas. Jurnalis juga harus terus melaporkan perkembangan terbaru di lapangan untuk masyarakat.

Bayangkan, bagaimana Jika jurnalis ikut stay at home, maka bisa jadi di Surat Kabar, Internet, Televisi maupun Radio, tidak ada sama sekali berita yang muncul. Tidak ada informasi apa pun, dan akibatnya masyarakat tidak tahu apa pun yang terjadi di sekitarnya.

Jadi bukankan merupakan suatu kewajaran jika Para Jurnalis meminta kebijakan Pemkab?
Wartawan dalam bekerja, berlandaskan UU No.40 tahun 1999, tentang pers. Artinya, para jurnalis bekerja atas dasar undang-undang tersendiri.

Kerja berat wartawan terkadang tidak diimbangi dengan jaminan sosialnya. Yang jelas, dalam konteks saat ini, profesi itu sangat rentan menjadi korban pertama tertular virus Corona. Tapi tentu apa yang diharapkan dari pemerintah adalah adanya jaminan sosial atau stimulus untuk profesi ini.

Kami semua, Wartawan Tanah Datar mohon agar kiranya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berkenan mempertimbangkan dan memberikan kebijakan terhadap yang memperhatikan keselamatan Wartawan, khususnya di Tanah Datar. (Z.Z.Dt.Malako)

No comments:

Post a Comment



Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!