June 21, 2020

Wawancara dengan BWS, Ini Kata Walikota Sawahlunto Deri Asta


FS.Sawahlunto(SUMBAR)-Walikota Sawahlunto Deri Asta, SH lakukan wawancara dengan Balai Wartawan Sawahlunto (BWS). Wawancara tersebut dilakukan ketika menghadiri acara Pemberian Zakat oleh Baznas kepada warga di Kantor Kecamatan Silungkang, Jum'at, (19/6/2020) lalu.

Menurut keterangan BWS yang disampaikan kepada fokussumatera.com via pesan WhatsApp  Minggu, 21 Juni 2020, ada beberapa point yang disampaikan Walikota Deri Asta dalam wawancara tersebut.

Yang Pertama menjawab pertanyaan Wartawan tentang keresahan masyarakat mengenai pencairan Bantuan Langsung Tunai  (BLT) yang bersumber dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sawahlunto. Deri Asta mengatakan bahwa Pemerintah Kota baru menandatangani BLT Tahap II sebanyak  14 Desa.

’’Karena keterlambatannya bukan dari Pemko, tetapi dari Desa yang mengapdate data sampai hari ini belum lengkap. Kalau anggaran kita, Pemko sudah tersedia untuk tiga bulan. Cuma karena Data ini kita sudah sepakat, Data untuk penerima BLT itu adalah dari Desa dan Kelurahan. Karena mungkin ada permasalahan teknis di lapangan. Mungkin ada masyarakat  yang merasa pantas tetapi tidak menerima itu lapor ke pihak Desa, itu yang membuat lama. Tapi kalau dari Pemko, anggaran sudah tersedia untuk tiga bulan tergantung dari kecepatan Kepala Desa/Lurah menyampaikan data’’ jelas Deri Asta.

‘’Perkiraan ada tinggal  13 Desa lagi yang belum, kemaren saya sudah telfon Dinsos sudah 14 Desa/Kelurahan yang lengkap’’ tambahnya.

Sementara untuk  penambahan BLT  dari 5.000 menjadi  8.000, Deri mengatakan ‘’Penambahan ada, tapi mungkin tidak sampai 8.000 tergantung jumlah data yang masuk ‘’ tambahnya lagi.

Tentang informasi yang beredar bahwa ada penambahan BLT untuk tiga bulan kedepan sebanyak 300.000, Deri menjelaskan ‘’ Dari Pemko belum ada, Pemko hanya menganggarkan untuk 3 bulan, yang pertama 300 ribu, bulan kedua 600 ribu dan bulan ketiga juga 600 rinu. Cuma ada info dari Kemensos dan Kemendes ada edaran untuk dibantu sampai Desember . Kemaren kita sudah diskusi dengan Pemdes ini harus dirapatkan dengan Pemerintah Desa, apakah Desa sudah punya uang. Karena Pemerintah Pusat hanya memerintahkan, uangnya dari Desa dan Kelurahan.Kalau Desa/Kelurahan punya uang silahkan dilaksanakan, kalau tidak tentunya ini yang perlu dirapatkan kembali’’ terangnya.

Untuk pencairan BLT, Deri Asta mengatakan bahwa Desa/Kelurahan yang sudah siap  Datanya sudah bisa dicairkan. ‘’Mana yang siap dulu sudah bisa dicairkan. Seyogyanya ditunggu, tapi tidak bisa ditunggu terlalu lama, karena Desa yang sudah cepat menyampaikan tentunya menunggu dan masyarakat pun sudah menunggu. Jadi pendataan tetap berjalan dan proses penerimaan tetap berjalan’’ terangnya lagi.

Yang kedua terkait Kota Sawahlunto menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Walikota Deri Asta membenarkan hal tersebut.

‘’Alhamdulillah kemaren diserahkan oleh Perwakilan BPK RI Sumatera Barat, Alhamdulillah Sawahlunto mendapat Opini WTP Tahun Anggaran 2019 dan sudah diterima 5 kali berturut-turut. Kalau sudah 5 Kali ini biasanya piagamnya dari Menteri Keuangan’’ ujarnya.

Dengan diterimanya Penghargaan Opini WTP membuktikan bahwa Laporan Keuangan Pemko Sawahlunto sudah bagus .

Deri Asta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, Aparat Pemerintahan, OPD, Camat dan semua yang telah membuat laporan kuangan secara baik. Terima kasih juga disampaikan kepada Inspektorat yang mengawal  pelaksanaan Laporan Keuangan Pemko Sawahlunto.

‘’Dan Alhamdulillah ini merupakan penilaian yang diakui secara Nasional, karena BPK ini merupakan lembaga yan diaki oleh Undang-Undang secara Nasional sebagai auditor pelaksanaan APBD. Kemudian untuk uadit APBD tahun 2019 menjadi Pialot Project karena memakai Acuntan Publik, dan di Sumatera Barat itu baru satu, kita Kota Sawahlunto’’ jelas Deri Asta.

Kemudian yang terakhir menjawab pertanyaan Wartawan tentang Pendidikan yang akan dimulai Tahun Ajaran Baru pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang, Dei Asta mengatakan ‘’ Untuk pendidikan kita sudah 2 kali rapat dengan Pak Gubernur, namun sampai saat ini keputusan final belum ada, ada banyak pertimbangan. Kalau dari masukan para Guru kita juga sudah rapatkan untuk internal Sawahlunto, keinginan para Guru sebaiknya dilaksanakan kegiatan Belajar Mengajar’’ ujar nya.

Dei Asta menambahkan ’’ Untuk kegiatan Belajar Mengajar ada 2 opsi yaitu tatap muka dan kegiatan belajar di rumah, tapi para Guru lebih banyakmenganjurkan untuk dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka, dengan pertimbangan efektifitas dari belajar di rumah jauh sekali dibanding kita laksanakan di sekolah, karena ada kekhawatiran hilangnya semangat belajar siswa karena sudah lama tidak sekolah’’ tambahnya.

Deri Asta juga menyampaikan ‘’Disamping itu ada juga rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, yang masih mergukan untuk dilaksanakan sekolah, karena sekolah dianggap termasuk tempat penyebaran Virus Corona. Jadi  keputusan belum final, masih ada plus minus dan butuh kajian yang lebih komperhensif untuk menyatakan kita harus belajar di sekolah atau di rumah. Kalau kita harus belajar di sekolah kita sudah siapkan protokol kesehatan, yang pertama kita sudah rapatkan bahwa anak-anak yang bersekolah yang mengantarkan adalah pihak keluarga/orang tua, termasuk kalau orang tuanya pegawai kita beri prioritas/dispensasi untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Yanh kedua kalau pakai transportasi umum, edaran anak-anak wajib memakai helm yang dimilikinya sendiri, setelah itu sampai di sekolah bagi yang full misalnya muridnya 30 kita bagi dengan jaga jarak , 15 hari Senin, 15 hari Selasa.  Jadi berganti. Kemudian jam pelajaran dikurangi   yang 1 jam pelajaran dari 45 menit menjadi  30 menit. Jadi efektifitas sekolah dari jam 08.00 sampai jam  11.00 tanpa istirahat. Karena keluar main ini resiko yang besar untuk penyebaran Covid-19. Itu SOP yang  sudah kita buat dan kita rancang, kalau ini berandai-andai kita harus sekolah ‘’ kata Deri Asta menjelaskan panjang lebar.

Kita semua tentunya berharap agar Pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga semua sendi kehidupan dalam Pemerintahan dan masyarakat kembali normal, dan kita dapat melakukan aktivitas dengan aman dan nyaman tanpa adanya rasa was-was akan terkena Virus Corona. (Z.Z.Dt.Malako)

No comments:

Post a Comment



Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!