August 11, 2020

Pemko Sawahlunto Nyatakan Mata Rantai Covid-19 Di Kota Arang untuk Sementara Waktu Sudah Terputus


FS.Sawahlunto(SUMBAR)-Pemerintah Kota Sawahlunto atau yang dikenal dengan sebutan ‘’Kota Arang’’ ini menyatakan bahwa untuk sementara waktu mata rantai penyebaran kasus Covid-19 di Kota Sawahlunto telah terputus. 

Informasi dari Humas Kota Sawahlunto, bahwa hal tersebut disampaikan Pemerintah Kota  (Pemko) Sawahlunto melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril, Senin, 10 Agustus 2020.  Hal ini sesuai hasil SWAB test pada warga yang masuk dalam daftar tracking berkontak fisik dengan pasien suspect Covid - 19 maupun Orang Tanpa Gejala (OTG), semuanya dinyatakan sudah negatif hasil SWAB testnya.

Melalui sambungan selulernya Yasril mengatakan bahwa sampai dengan hari Jum’at, 07 Agustus 2020 lalu seluruh hasil test SWAB sudah dinyatakan negatif.

"Kita sudah sekian kali tracking dan SWAB test. Sejak kasus pasien suspect yang berasal dari Kelurahan Tanah Lapang, itu kita langsung SWAB warga lain yang telah berkontak fisik dengan pasien ini. Hasilnya ternyata memang ada beberapa warga yang positif, namun masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga tidak perlu dirawat, hanya kita karantina di BDTBT Sungai Durian. Nah dari OTG itu kita kembangkan lagi, siapa yang berkontak fisik dengan OTG ini masuk tracking dan kita SWAB. Sampai pada SWAB di hari Jum'at 07 Agustus 2020 lalu hasilnya sudah negatif semua. Dengan itu kita sudah steril kembali" kata Yasril.

Dengan negatifnya semua hasil SWAB test pada Jum'at 07 Agustus 2020 itu, maka pihak Dinas Kesehatan tidak lagi meneruskan tracking dan SWAB. Sehingga sekarang ini Dinas Kesehatan hanya berkonsentrasi pada karantina para Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Jadi sekarang kita fokus pada peningkatan stamina dan kesehatan terhadap 14 OTG yang sedang dikarantina di BDTBT. Semoga pada hari ke - 7 karantina nanti, hasil SWAB mereka sudah negatif," kata Yasril.

Terkait hal tersebut, Walikota Deri Asta, SH  menghimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada dan  jangan sampai membuat lengah dan terlena dengan kasus Covid-19.

Deri Asta juga menekankan penerapan protokol kesehatan sangat penting dan jangan sampai melemah. Sebab, terputusnya mata rantai penyebaran ini baru bersifat sementara.

"Kemudian, kita sudah mempelajari bahwa memang semua kasus Covid - 19 di Sawahlunto ini berasal dari warga yang datang dari luar. Seperti yang kemaren itu kan, datang dari Kalimantan, kemudian Medan dan Padang. Artinya, kita yang di dalam Alhamdulillah steril. Baru kalau ada yang datang dari luar membawa Covid ini, barulah terjadi penyebaran di dalam kota ini" ujar Walikota Deri Asta.

Deri Asta juga kembali menghimbau pada jajaran Pemerintahan terdepan yakni Desa dan Lurah untuk meningkatkan pemantauan pada warga/pendatang yang datang dari luar, apalagi dari daerah berstatus Zona Merah. Hendaknya memang diwajibkan mereka yang datang dari luar ini untuk didata dan diperiksa kesehatannya.

"Kita sedang mempersiapkan rencana untuk melakukan SWAB test kepada warga kita yang datang dari luar. Itu kita bahas nanti dalam rapat siang nanti bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ini upaya kita untuk memastikan bahwa mereka yang datang dari luar ini apakah memang aman dan steril dari Covid - 19" kata Walikota Deri Asta.

Walikota juga kembali mengingatkan agar semua pihak kembali mebgoptimalkan penerapan protokol kesehatan . Apalagi untuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Walikota berharap agar mereka bisa menjadi pelopor di tengah masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ingat, benteng yang paling baik dan mudah kita lakukan itu ya protokol kesehatan ini. Jadi jangan remehkan lagi protokol kesehatan, mari laksanakan untuk melindungi diri dan lingkungan kita" ujar Walikota Deri Asta. (Z.Z)

No comments:

Post a Comment



Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!