Breaking News

Connect With us

July 27, 2021

60 Guru di Pessel Ikuti Diklat Calon Kepala Sekolah

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar saat membuka Diklat calon kepala sekolah

FS.Pessel(SUMBAR)-Bupati Pesisir Selatan (Pesse), Rusma Yul Anwar membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon kepala sekolah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bertempat di Hotel Hannah Painan, Senin (26/7).


Peserta yang mengikuti kegiatan Diklat calon kepala sekolah itu berjumlah 60 orang terdiri dari 7 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 53 guru Sekolah Dasar (SD). Kegiatan Diklat calon kepala sekolah itu  dilaksanakan selama 3 bulan.

Bupati Rusma Yul Anwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Diklat calon kepala sekolah merupakan salah satu upaya menjawab, sekaligus solusi terhadap peningkatan kemampuan manajerial kepala sekolah.

"Ya, Diklat calon kepala sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pesisir Selatan kedepan," katanya.

Bupati juga menambahkan, para calon kepala sekolah harus mempunyai komitmen ketika menjadi pemimpin sebagai pendidik, manajerial, administrator, inovator, dan motivator sehingga pendidikan yang tercelak di Pesisir Selatan dapat  terwujud.

Di samping itu  lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, menargetkan angka rata-rata lama sekolah pada 2026 masuk 5 besar dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Selatan, Suhendri Zainal menyampaikan target 5 besar itu sesuai dengan visi dan misi bupati yang menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai arus utama pembangunan Negeri Sejuta Pesona selama 5 tahun ke depan. "Salah satu indikatornya adalah rata-rata lama sekolah," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat rata-rata lama sekolah di Pesisir Selatan sejak 10 tahun terakhir terus tumbuh, dari 7,57 pada 2011, menjadi 8,2 pada 2020. Demikian juga dengan harapan lama sekolah yang tercatat 13,32. 

Sedangkan pada 2026, lanjut Suhendri, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mematok indeks rata-rata lama sekolah mencapai 14,00. "Target tersebut tentu tidak mudah dan butuh kerja keras," terangnya.

Guna mencapai target itu, pemkab mulai tahun ajaran baru 2021-2022 telah menggratiskan biaya pendidikan, sehingga tidak ada lagi alasan putus sekolah karena ketiadaan biaya. Sekolah tidak boleh lagi memungut iuran dalam bentuk apa pun juga.

Kekurangan biaya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kini ditutupi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khusus jenjang SD dan SMP yang menjadi tanggungjawab daerah. 

"Tahun ini, pemkab mengucurkan dana Rp 2,7 miliar dari total Rp 5.4 miliar kebutuhan per tahun. Sedangkan jika ditambah dengan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat mencapai Rp16 miliar. Targetnya, SMA sederajat juga akan kita subsidi. Kini pemerintah daerah tengah mencari skema subsidinya, karena mereka kini menjadi kewenangan provinsi," katanya.(03/hms pessel)

No comments:

Post a Comment

About Me



Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!