Breaking News

Tuesday, July 03, 2018

Udin P Sihaloho : "Jumlah Anak Putus Sekolah Di Batam,Perlu Didata"

FS.BATAM– Kendala biaya menjadi masalah klasik di dunia pendidikan Indonesia. Hampir di setiap daerah pasti memiliki persoalan yang sama terkait kemampuan para orangtua menyekolahkan anaknya. Terlebih untuk mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Di Batam sendiri, persoalan biaya ini sampai pada tahap tertundanya pendidikan dasar (SD) anak sampai satu setengah tahun. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho.
Udin mengatakan, ia menemukan dua anak yang sampai usia delapan tahun lebih belum menempuh pendidikan, karena tidak mampu memenuhi biaya sekolah swasta.
“Ada temuan kita dua anak yang sampai saat ini sudah berusia delapan tahun lebih belum bisa sekolah karena biaya. Bisa tertunda sampai satu tahun lebih, padahal waktu itu ketika masuk ke sekolah negeri orangtuanya hanya tidak mampu membayar uang seragam,” kata Udin pada Selasa (3/7/2018).
Lebih lanjut, Udin menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam seharusnya bisa memberikan data jumlah anak putus sekolah karena keterbatasan biaya. Ini penting mengingat kondisi yang terjadi bisa menjadi evaluasi bersama. Bagaimana seharusnya biaya tidak menghalangi anak untuk memperoleh pendidikan.
Dari jumlah anak yang tidak tertampung di sekolah negeri, Udin mengatakan bahwa 90 persen tidak bisa melanjutkan sekolah, karena tidak mampu memenuhi biaya sekolah swasta.
“Data ini perlu, karena ketidakmampuan ini, anak-anak tidak bisa sekokah. Harus sama-sama kita selesaikan persoalan ini,” kata Udin menjelaskan.(miksan)

Berita ini pertama kali terbit di:www.Batampro.id

About Me


Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!