Breaking News

Thursday, March 05, 2020

Remaja Gaul Bebas, Syariat Pun Dilabas


Oleh: Bunda Jihad (Pendidik Generasi) 
Fokussumatera.com-Tak malu-malu sepasang muda mudi yang masih berstatus pelajar bercumbu di depan umum. Entah apa yang ada di kepala mereka hingga urat malunya menghilang. Peristiwa tersebut pun diabadikan pada sebuah unggahan video. Layaknya api yang disiram bensin akhirnya prilaku tak senonoh mereka viral di media sosial. Hingga membuat kedua pelaku pun terkenal. 

Entah apa tujuan mereka, apakah hanya sekedar mencari sensasi serta perhatian publik, atau tujuan lainnya. Satu yang pasti, harusnya hal ini menjadi sebuah alarm bagi para orangtua guna aware terhadap anak mereka. Karena beginilah prilaku remaja zaman sekarang di luar rumah. Bebas bergaul dengan lawan jenis, hingga menjurus pada prilaku yang seharusnya dilakukan bagi pasangan halal. 

Melihat kondisi tersebut psikolog sekaligus konselor Nuzulia Rahma Tristinarum menjelaskan untuk mengetahui motif atau tujuannya menyebarkan video seperti itu, harus memerlukan pemeriksaan khusus hingga menemukan alasan yang sebenarnya dari si perekam video. Mengingat banyak faktor yang mampu mendorong kedua remaja tersebut melakukan adegan berciuman.

Lain dulu lain sekarang,  begitulah faktanya. Maka tak heran atas nama menguji cinta dan kesetiaan. Para remaja ini amat lihai dalam bergaul bebas. Demi sebuah pembuktian hubungan, mereka rela melabrak norma-norma asusila, melabas syariat yang tertanam kuat. Tak ada lagi benteng pertahanan dalam keluarga, akibat kehidupan yang saling acuh diantara anggota keluarga. 

Apa jadinya nasib bangsa ini ke depan, jika remajanya justru lebih senang dengan aktivitas yang memicu birahi semata. Akal yang dikaruniai oleh Illahi justru dirusak dengan tontonan tak senonoh. Bukan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang karena produktif dalam kegiatan positif justru positif dua garis merah yang mewarnai kehidupan mereka. 

Naif bila kita hanya salahkan mereka para remaja. Karena sejatinya mereka hanyalah korban. Korban atas sebuah penerapan sistem yang tak layak digunakan. Sistem yang menjunjung tinggi hak asasi manusia hingga kelewat batas. Masyarakat berharap dan bercita-cita ingin memberantas pelecehan seksual, namun pada faktanya para remaja justru di support untuk bergaul bebas atas nama kebebasan dan HAM. 

Sistem saat ini tak mampu mengakomodir segala problematika yang ada. Bahkan aturan tersebut justru makin menambah permasalahan baru yang kian rumit. Kenyataan bahwa negeri ini sudah darurat seks bebas nampak jelas dari banyaknya kasus aborsi, pembuangan bayi di setiap sudut. Belum lagi maraknya prostitusi yang legal berdiri di negeri ini. Pekerja seks komersial dengan bebas menjajakan diri melalui situs online. 

Butuh bukti apalagi agar kita sebagai orangtua sadar bahwa anak-anak kita butuh perlindungan. Bukan lagi sekedar perlindungan yang sifatnya internal dari keluarga namun juga perlindungan yang utuh dan paripurna dari penjagaan lingkungan serta peran pemerintah sebagai pengayom umat. Siapa lagi yang akan menjadi penerus bangsa jika bukan para remaja kelak. Bagaimana kita bisa berharap remaja esok bisa membangun negeri jika mereka justru jadi korban sebuah sistem yang tak manusiawi, yang mendorong mereka begaul bebas hingga syariat pun dilabas . 

Wallahu a’lam Bishowab.

No comments:

Post a Comment

About Me


Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!