Breaking News

Wednesday, January 25, 2023

Waskita Karya Berperan Dalam Pembangunan IKN


FS.Padang Pariaman(SUMBAR)-
Anggota DPR RI Komisi VI Nevi Zuraina Sosialisasikan BUMN Karya Memberikan Kontribusi Terhadap Pembangunan IKN di Hotel Minang Jaya Padang Pariaman Sumbar. 


Dalam hal ini Kementerian BUMN menunjuk PT. Waskita Karya sebagai Holding BUMN untuk melaksanakan kegiatan yang bertema “BUMN Karya Memberikan Kontribusi Terhadap Pembangunan IKN" pada 2 Januari 2023.


Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 100 peserta yang merupakan pelaku UMKM di Padang Pariaman, Sumbar.


Dibuka secara resmi oleh Anggota DPR RI Komisi VI Nevi Zuairina secara Virtual.


Dalam sambutannya Nevi Zuairina menyampaikan bahwa Waskita Karya berdiri pada tahun 1961 melalui proses nasionalisasi perusahaan asing yang awalnya bernama Volker Aannemings Maatschapiij N.V. 


Waskita Karya Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada bulan Desember 2012. Pada Juni 2015, Waskita Karya menyelesaikan aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru (Rights Issue). 


Dalam penyampaiannya, Nevi Zuairina juga memberikan informasi bahwa Peran Waskita Karya dalam Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berhasil meraih beberapa kontrak proyek baru di Ibu Kota Negara (IKN). 


Antara lain proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara.


"Waskita berhasil meraih proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara ini dikarenakan pengalaman Waskita Karya dalam mengerjakan pembangunan gedung ternama dengan tepat mutu dan tepat waktu,"ujar Nevi.


Selain itu lanjutnya, Waskita juga berhasil memenangkan 2 tender proyek jalan yaitu Proyek Jalan Tol IKN Segmen Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang dan Pembangunan Jalan Kerja/Logistik IKN (KIPP) Paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4. 


Kemudian, Waskita juga dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.


"Untuk Transformasi digital, Waskita Karya sudah dimulai pada tahun 2016. Transformasi dilakukan untuk pertumbuhan besar-besaran (supergrowth) karena mendapat tugas dari pemerintah untuk menuntaskan pembangunan jalan tol, khususnya tol Trans Jawa,"ungkap Nevi.


Lebih jauh ia menuturkan, dampak pandemi menyebabkan realisasi proyek-proyek yang sudah direncanakan tidak berjalan sesuai harapan. 


Kondisi tersebut membuat manajemen Waskita Karya menjalankan transformasi bisnis dengan digitalisasi sebagai salah satu pilar transformasi. 


"Digitalisasi ini diyakini Waskita Karya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi,"ulas Bundo panggilan akrab Nevi.


Digitalisasi tersebut berupa aplikasi ERP dan line of business dan sampai tahun 2022 ini, digitalisasi di Waskita Karya sudah menghasilkan total 26 aplikasi.


Empat tahap digitalisasi yaitu: bidding/marketing, engineering, procurement, dan construction. 


"Dalam Implementasi teknologi tersebut, Waskita Karya juga sedang berupaya untuk meraih gelar National Lighthouse. National Lighthouse Industri 4.0 ini merupakan contoh transformasi digital dan penerapan teknologi 4.0 dimana Perusahaan-perusahaan ini dianggap layak menjadi role model bagi pelaku industri di sektornya serta dapat menjadi mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia,"ungkap Nevi.(rel/fs)

No comments:

Post a Comment

About Me


Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!