Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AMUK Gelar Aksi Damai, OTT KPK terhadap Gubernur Riau Dinilai Sarat Muatan Politik

Saturday, November 08, 2025 | November 08, 2025 WIB Last Updated 2025-11-08T07:06:14Z

FS.Pekanbaru -
Belasan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) menggelar aksi unjuk rasa damai di Tugu Kemerdekaan, tepat di depan Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (7/11/2025).


Aksi ini digelar untuk memprotes operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Massa menilai langkah KPK tersebut janggal, tidak prosedural, dan sarat kepentingan politik.

Selama aksi berlangsung, para demonstran membawa spanduk dan poster berisi kritik serta tuntutan kepada KPK.

Mereka menyerukan agar lembaga antirasuah itu tidak dijadikan alat politik untuk menekan Provinsi Riau.

Koordinator aksi, Muhammad Ade, dalam orasinya menyebut masyarakat Riau menuntut keadilan dan menilai tindakan KPK penuh kejanggalan.

“KPK unprosedural karena melakukan operasi tipu-tipu terhadap Gubernur Riau. KPK dijadikan alat politik untuk mengkriminalisasi Provinsi Riau. Kami percaya Bapak Gubernur Abdul Wahid tidak terlibat,” teriaknya di tengah massa.

Ade juga mendesak KPK membersihkan internalnya dari oknum yang dinilai tidak profesional dan merusak citra lembaga tersebut.

AMUK menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi ini, yaitu:

• Menilai KPK tidak prosedural dalam penetapan tersangka.
• Meminta agar KPK tidak dijadikan alat politik.
• Menghentikan kriminalisasi terhadap Provinsi Riau.
• Mendesak pembersihan internal KPK dari oknum tidak kompeten.
• Meminta pembebasan Gubernur Riau Abdul Wahid.

Aksi damai ini berlangsung tertib dengan pengamanan ketat dari personel Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib.(*)
×
Berita Terbaru Update