FS.Jakarta - Kekuatan pertahanan laut Indonesia segera memasuki babak baru. Pemerintah Italia berencana menghibahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL). Kapal induk pertama bagi Indonesia ini ditargetkan tiba di tanah air sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.
Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa kapal buatan galangan Fincantieri tersebut merupakan bentuk hibah.
Namun, Rico menekankan bahwa pemerintah Indonesia tetap menyiapkan anggaran khusus untuk proses transisi kapal tersebut.
"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan Pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL," ujar Rico saat dikonfirmasi, Jumat (13/2).
Saat ini, proses negosiasi dan administrasi antara Kementerian Pertahanan RI dan pihak Italia masih terus berjalan. Setelah proses birokrasi rampung, TNI AL akan melakukan sinkronisasi teknologi agar sistem kapal selaras dengan kebutuhan pertahanan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan harapannya agar kapal ini bisa segera bersandar di dermaga Indonesia dalam waktu dekat.
"Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Laksamana Muhammad Ali dalam jumpa pers di Markas Puspomal, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Ali menjelaskan, komunikasi intensif masih dilakukan dengan galangan kapal Fincantieri selaku produsen, serta dengan Angkatan Laut Italia sebagai pengguna sebelumnya.
Sebagai informasi, Giuseppe Garibaldi memiliki kemiripan asal-usul dengan dua kapal perang terbaru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, yang juga diproduksi oleh Fincantieri.
Secara teknis, kapal induk sepanjang 180,2 meter ini memiliki kecepatan maksimal 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Selain sebagai pengangkut pesawat tempur, kapal ini dibekali persenjataan mumpuni, mulai dari peluncur rudal antipesawat Mk.29 Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo 324 mm, hingga rudal permukaan-ke-permukaan Otomat Mk 2 SSM.(**)
Sumber: beritajatim
