FS.Solok Selatan(Sumbar) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muara Labuh secara resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan serta Tim Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Rutan Kelas IIB Muara Labuh pada Jumat, (19/6/ 2026).
Acara dibuka dengan penyampaian kata sambutan yang berfokus pada pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan sumber daya manusia oleh Kepala Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Ketua Tim Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian. Usai sambutan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama yang menjadi landasan formal bagi pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebagai bentuk implementasi awal kerja sama, kegiatan diisi dengan pemberian materi teknis. Oktafiandri dari Dinas Pertanian memberikan paparan mendalam mengenai teknik budidaya perikanan, khususnya ikan lele. Sementara itu, Yuli Asnita dan Susi Eka Putri dari pihak Penyuluh Pertanian memaparkan materi mengenai budidaya tanaman hortikultura untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Usai sesi edukasi, para tamu undangan diajak meninjau langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak di beranggang belakang Rutan. SAE ini menjadi pusat pelatihan bagi WBP dengan beragam unit usaha produktif, meliputi, Peternakan ayam petelur dan bebek petelur, Budidaya tanaman hortikultura (sayur-sayuran) serta Budidaya ikan lele dan ikan mas.
Ketua Tim Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, Wardoyo, memberikan apresiasi atas fasilitas yang tersedia. "SAE di Rutan Muara Labuh sudah sangat memadai. Kami siap mendukung penuh melalui pendampingan agar hasil panen lebih maksimal dan berkelanjutan," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Admi Zulkhairi, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kontribusi lintas sektor. "Kami berharap sinergi ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat nanti," ungkapnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Yudi Hari Yanto, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah maju untuk meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian. "Tujuan utama kami adalah memberikan bekal keterampilan yang aplikatif bagi WBP.
Dengan dukungan tenaga ahli dari Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian, kami optimis WBP Rutan Muara Labuh akan memiliki keahlian yang mumpuni di sektor pertanian dan perikanan," pungkas Yudi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan yang efektif, mengubah masa pidana menjadi masa persiapan diri yang produktif bagi setiap Warga Binaan Pemasyarakatan. (Af)
