Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suka Damai Zebua: Tidak Ada Lagi Bahasa "Minoritas- Mayoritas"

Sunday, August 16, 2026 | August 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T06:55:54Z


Suka Damai Zebua Anggota DPRD Padang Pariaman dari PDI-P



FS. Padang Pariaman ---

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan bangsa.


Anggota DPRD Padang Pariaman Suka Damai Zebua, warga Sungai Pinang Muaro Kasang Nagari Kasang Kec. Batang Anai. Satu-satunya Caleg PDI-P Yang berhasil menembus Parlemen Padang Pariaman di Pileg. 2024.


Menilai antusiasme masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan tetap terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai perlombaan telah menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa.



Sehingga kata dia, tidak ada lagi bahasa "Minoritas-Mayoritas". Karena Bahasa itu tidak relevan lagi dengan kemajuan zaman dan perkembangan bangsa serta sumber daya manusia kita saat ini. 


"Kenapa saya berkata seperti itu? di Dapil Batang Anai sendiri pendukung saya umumnya Saudara-saudara muslim. Jadi Blok-blok tidak lagi lah! Sekarang semua nya sudah membaur dalam suasana yang mencair,"ujar dia Minggu (16/08/2026).



Dia menambahkan, karena pertama kali duduk sebagai anggota DPRD. Tentu banyak bertanya dengan rekan-rekan lain, yang sudah berpengalaman.


"Dari PDI-P kita hanya satu orang yang berhasil menembus Parlemen Padang Pariaman. Maka kita bergabung ke Fraksi Gerindra. Sehingga semakin terasalah nilai  persatuan dan kesatuan yang menguatkan,"ujar Zebua.



Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang diisi oleh masyarakat yang heterogen. Penggunaan istilah minoritas-mayoritas secara tidak langsung justru akan memunculkan sekat-sekat di tengah masyarakat.


"Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, jika berhasil menyingkirkan pemikiran dan istilah minoritas-mayoritas. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa tentu akan dapat lebih terjaga tanpa ada sekat yang membatasi,"kata pria kelahiran 1974 itu.


Dia menegaskan bahwa makna peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan semata. Ia menekankan bahwa perjuangan generasi saat ini adalah merawat keberagaman sebagai fondasi kokoh persatuan nasional.


“Perjuangan kemerdekaan di masa lalu susahnya luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat keberagaman sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tambahnya.


Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa dengan latar belakang asal suku dan ras yang beragam  (wrm)


×
Berita Terbaru Update