FS.Sarolangun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan sebagai langkah antisipasi terhadap memburuknya kualitas udara.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Nomor 100.3.4.2/841/Disdikbud/IX/2026 tertanggal 8 September 2026.
Dalam surat tersebut disebutkan, kebijakan PJJ diambil berdasarkan hasil uji laboratorium BLUD UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup. Hasil pemeriksaan menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada angka 115, yang masuk kategori Tidak Sehat.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kembali mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Sebelumnya,
Sarolangun juga sempat menerapkan pembelajaran daring akibat memburuknya kualitas udara pada akhir Agustus lalu.
Belajar dari Rumah Selama Empat Hari
Dalam surat edaran itu, seluruh satuan pendidikan diminta memberlakukan pembelajaran dari rumah mulai Rabu, 9 September hingga Sabtu, 12 September 2026.
Selama PJJ, guru dan tenaga kependidikan tetap dapat melaksanakan aktivitas bekerja, mengajar maupun memberikan materi dari rumah melalui video conference atau komunikasi daring lainnya.
Dinas Pendidikan juga meminta satuan pendidikan menunda kegiatan yang dilakukan secara tatap muka langsung. Apabila kegiatan tersebut tidak dapat ditunda, pelaksanaannya dapat dialihkan melalui video conference atau sarana komunikasi daring lainnya.
Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan peserta didik.
Siswa Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Selain mengalihkan pembelajaran ke rumah, Dinas Pendidikan mengimbau peserta didik mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan yang tidak mendesak selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.dan baik
Seluruh warga sekolah juga diimbau menggunakan masker ketika berada di luar rumah, menjaga kondisi kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kualitas udara di lingkungan rumah.maupun di luar rumah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Drs. H. Arsyad, S.H., M.Pd.I. menegaskan kebijakan tersebut menjadi perhatian bagi seluruh satuan pendidikan agar proses belajar tetap berlangsung dengan aman dan nyaman di tengah kondisi udara yang belum membaik.
Kondisi kualitas udara yang tidak sehat juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah Jambi. Pemantauan kualitas udara Sarolangun pada awal September menunjukkan kondisi yang masih berada pada level tidak sehat.
