Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIKMAH: INDONESIA MUSYKILAH!INDONESIA BIKIN MASALAH!

Saturday, October 24, 2026 | October 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T06:28:03Z

 

Teks Foto: Dok. Penulis



Oleh: Zulkifli Zakaria


Bismillāhir-Rahmānir-Rahīm.


Selesai shalat Subuh di Masjid Nabawi pagi tadi, saya duduk sejenak di majelis pengajian Syaikh Sulaiman Ar-Ruhailī hafizhahullāh. Terdengar beliau sedang membahas kitab At-Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhāb rahimahullāh.


Selepas pukul enam pagi, saya mulai merasakan kebutuhan untuk ke toilet. Namun, saya memutuskan menundanya hingga tiba di restoran hotel, sekalian menikmati sarapan pagi.


Sesampainya di restoran, antrean mengambil nasi terlihat cukup ramai. Saya pun memanfaatkan waktu untuk menuju toilet terlebih dahulu.


Di sana terdapat dua pintu bersebelahan. Satu pintu terbuka dengan tulisan dalam bahasa Arab dan Inggris yang menunjukkan toilet laki-laki. Pintu sebelahnya tertutup, dengan tulisan yang menunjukkan toilet perempuan.


Dari kejauhan, saya melihat tiga perempuan Indonesia justru memasuki toilet laki-laki.


Saya pun memilih menunggu di luar.


Tak lama kemudian, seorang petugas kebersihan hotel yang tampaknya berasal dari Asia Selatan mendekati saya. Ia berdiri di samping saya sambil menggelengkan kepala.


Dengan nada kesal, ia berkata:


"Indonesia musykilah!"


Orang Indonesia bikin masalah!


Saya hanya tersenyum mendengar komentarnya.


Beberapa saat kemudian, ketiga perempuan itu keluar. Melihat kami berdiri di depan pintu, mereka tampaknya baru menyadari kekeliruannya.


"Kita salah masuk, ini tempat lelaki," ujar mereka.


Petugas kebersihan itu pun memperlihatkan kekesalannya sambil menunjuk pintu toilet perempuan yang berada tepat di sebelahnya.


Saya tetap diam, tidak ingin memperpanjang persoalan.


Setelah mereka pergi, saya memasuki salah satu dari dua bilik toilet tersebut. Karena sebelumnya melihat dua perempuan keluar dari bilik itu, saya merasa perlu memastikan kebersihannya. Saya pun menyiram lantai dengan air hingga merasa yakin telah bersih, kemudian menutup pintu dan menunaikan hajat.


Selesai dari sana, perkataan petugas tadi masih terngiang di telinga saya.


"Indonesia musykilah!"


Sebuah kalimat pendek yang mengandung pelajaran.


Tentu tidak adil menilai seluruh orang Indonesia hanya karena kekeliruan tiga orang. Mereka mungkin tidak sengaja, terburu-buru, atau kurang memperhatikan petunjuk yang sebenarnya sudah tersedia.


Namun, kejadian kecil ini mengingatkan saya bahwa ketika berada di negeri orang, perilaku seseorang terkadang memengaruhi pandangan orang lain terhadap bangsa atau kelompok asalnya.


Terlebih lagi ketika kita datang ke Tanah Suci. Selain menjaga ibadah, kita juga perlu memperhatikan adab, ketertiban, kebersihan, dan hak orang lain.


Rasulullah shallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda:


المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده


"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."


(HR. Al-Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40; dari 'Abdullāh bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallāhu 'anhuma. )


Hadits ini mengingatkan kita bahwa kebaikan seorang Muslim tidak hanya tampak dalam ibadahnya, tetapi juga dalam sikapnya terhadap orang lain.


Saya teringat suasana majelis ilmu yang baru saja saya ikuti pagi itu. Betapa pentingnya ilmu tauhid yang dipelajari, dan betapa penting pula mengamalkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.


Terkadang, pelajaran tidak hanya datang dari kitab yang dibaca atau nasihat yang didengar. Ada pula pelajaran yang kita temukan melalui peristiwa sederhana, bahkan di depan pintu toilet.


Saya menuliskan kejadian ini bukan untuk mempermalukan ketiga perempuan tersebut, apalagi merasa diri lebih baik. Saya sendiri masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki.


Semoga perjalanan kita ke Tanah Suci tidak hanya menambah pengalaman dan kenangan, tetapi juga memperbaiki akhlak serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Sebab, boleh jadi suatu kesalahan berlangsung hanya beberapa saat, tetapi kesan yang ditinggalkannya bertahan jauh lebih lama.


Wallāhu a'lam.


Madinah al-Munawwarah, Sabtu, 12 Jumadil Ula 1448 H / 24 Oktober 2026 M



×
Berita Terbaru Update