Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemuda Sekarang dan Pemuda Masa Depan

Tuesday, October 27, 2026 | October 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T06:14:49Z



Firman S.Si Wakil Ketua II DPRD Padang Pariaman 



Oleh : Firman S.Si


28 Oktober Merupakan Sebuah Momen Sejarah Pergerakan Pemuda Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan penjajahan bangsa asing.


Atas inisiatif Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dalam upaya meraih kemerdekaan tersebut, para pemuda dari latar belakang budaya dan suku yang berbeda bersatu padu membentuk sebuah kekuatan dan strategi.


Sehingga terlahir sebuah kongres pemuda yang dikenal dengan  sumpah pemuda 28 Oktober 1928. 


Wakil Ketua II DPRD Padang Pariaman Firman mengatakan, beranjak dari itulah, mari kita manfaatkan momentum penting ini. 


Sebagai tonggak pergerakan yang baru untuk kembali membentuk jati diri seorang pemuda yang diharapkan bangsa dan agama di era globalisasi seperti sekarang.


Karena lanjut dia, pemuda Hari Ini  Menentukan Wajah Bangsa Esok Hari, karena pemuda adalah kekuatan zaman. 


"Di tangan pemuda, masa depan bangsa dipertaruhkan. Sejarah telah membuktikan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari generasi yang hanya diam, tetapi dari mereka yang berani berpikir, bersikap, dan bertindak demi kepentingan rakyat dan masa depan negeri,"kata Ketua DPC PKB Padang Pariaman itu.


Namun, pertanyaannya hari ini: pemuda seperti apa yang sedang kita persiapkan untuk masa depan Indonesia?


Pemuda sekarang hidup di tengah kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan dunia yang begitu cepat. 


"Peluang terbuka lebar, tetapi tantangan juga semakin berat. Sayangnya, kemajuan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan pola pikir pemuda kita saat ini,"kata Firman


Ada pemuda yang memanfaatkan teknologi untuk belajar, berinovasi, dan membangun usaha. Namun, ada pula yang terjebak dalam budaya instan, mengejar popularitas, dan mengukur keberhasilan hanya dari pengakuan di media sosial.


Firman menegaskan, Pemuda masa depan tidak cukup hanya cerdas, tetapi harus memiliki integritas. Tidak cukup hanya berpendidikan tinggi, tetapi harus memiliki kepedulian sosial. 


Tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi harus mampu membuktikan gagasannya melalui tindakan.


"Sekarang bangsa ini tidak membutuhkan generasi muda yang hanya pandai beradaptasi dengan keadaan, tetapi generasi yang berani memperbaiki keadaan," pungkas dia


Kita membutuhkan pemuda yang tidak takut mengkritik ketidak adilan, tidak tunduk pada kekuasaan yang sewenang-wenang, serta tidak menjual idealisme demi jabatan dan kepentingan sesaat.


Sebab, salah satu ancaman terbesar bagi masa depan pemuda bukanlah kemiskinan semata, melainkan hilangnya keberanian untuk berpikir merdeka. 


"Ketika pemuda mulai nyaman menjadi penonton, ketika idealisme dikalahkan oleh pragmatisme, dan ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan bangsa. Maka sesungguhnya masa depan sedang kehilangan penjaganya,"tangkas firman menutup(*)

×
Berita Terbaru Update