Breaking News

Sunday, March 24, 2024

Pengkhianat itu masih Ada!

Foto Penulis 

Oleh: Warman



Dari tinjauan pakar sejarah indonesia mengalami penjajahan selama dua periode oleh dua negara, Portugis dan Belanda. Dengan total lama jajahan lebih kurang 350 tahun, atau 5 generasi.


Dari banyak negara didunia yang dijajah oleh bangsa eropa, Indonesia merupakan yang paling terlama. Bahkan penjajah belanda berhasil mengeruk kekayaan khatulistiwa untuk membuat sebuah dam laut yang sekarang dinamakan Amsterdam.


Lantas kenapa koloni penjajah tersebut bisa bercokol lama dinegeri tercinta ini. Berbagai asumsipun bermunculan, ada yang berpikiran karena bangsa kita ketika itu masih rendah SDMnya, ada pula pendapat kekayaan alam kita yang begitu melimpah sehingga membuat nyaman penjajah tinggal berlama-lama.


Dan ada pula yang mengatakan, bangsa kita sangat mudah di adu domba dan dijadikan budak di negerinya sendiri. Tentunya pendapat tersebut sah-sah saja, tidak ada yang salah.


Menjalani kehidupan di era penjajahan, bukanlah seenak yang kita bayangkan seperti hidup di zaman kemerdekaan disaat ini. Berbagai macam penindasan diberlakukan penjajah pada penduduk pribumi.


Tanam paksa, kerja rodi, pajak selangit bahkan penjajahpun tidak segan-segan, merampas harta, tanah milik penduduk bahkan nyawapun jadi taruhannya bagi  yang tidak sanggup memenuhi keinginan penjajah ketika itu.


Karena terus ditindas dan disiksa oleh penjajah maka muncullah gerakan perlawan rakyat. Dengan kemampuan dan senjata seadanya baik secara individu maupun kelompok, dimulailah perjuangan untuk merebut kemerdekaan.


Memang tidak mudah melakukan perlawan kepada penjajah. Namun secara perlahan tapi pasti dan semangat pantang menyerah para pejuang, mulai membuat penjajah kewalahan.


Namun bukan penjajah namanya bila tidak mempunyai siasat licik. Berbekal ilmu jiwa yang dimiliki dan sudah mengenal karakter dan budaya bangsa jajahannya. Maka muncullah taktik Adu Domba atau dalam bahasa eropanya "Devide et Impera".


Belanda mulai menyusun kekuatan dengan membentuk pasukan, dengan merekrut para pribumi dan dipersenjatai. Namun dengan komando tertinggi tetap ditangan penjajah.


Tidak hanya itu saja, Belanda juga membuat undian. Bagi siapa saja yang behasil menangkap ataupun membunuh para pejuang. Karena dianggap oleh penjajah sebagai extrimis (pembangkang) maka akan diberikan imbalan atau hadiah yang besar.


Mendengar hal tersebut muncullah yang namanya manusia penjilat dan pengkhianat yang mau dibayar, untuk memerangi bangsanya sendiri. Hanya dengan rupiah hilanglah harga diri.


Nah, jika kita ambil sebuah garis lurus berkaca dari zaman penjajahan tadi. Jika kita bandingkan apakah kondisi saat ini, sama dengan era penjajahan dulu?


Tentunya secara fisik tidak, namun secara aturan, kita rasakan saat ini.
Tidak jauh beda dengan yang dibuat oleh koloni penjajah ketika itu. Karena apa? Karena pengkhianat itu masih ada!


Salam Perubahan.

No comments:

Post a Comment

About Me


Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!