Breaking News

Tuesday, May 21, 2024

Ulah Oknum Pegawai Puskesmas Sicincin, Nyawa Pasien Tidak Tertolong


Tampak depan; Puskesmas Sicincin Kec. 2x11 Kayu Tanam

FS. Padang Pariaman -


Meskipun sudah 30 hari berlalu, namun kesedihan itu masih terasa bagi keluarga Almarhumah NHP (18). Betapa tidak putri semata wayang dari 3 bersaudara anak dari Syafrizal itu harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya.



Peristiwa memilukan itu terjadi pada 18 April 2024, dimana waktu pagi itu sekitar pukul 09:00 WIB, Almh. Merasakan sakit yang luar biasa dibagian perutnya, maklum NHP dalam kondisi pengobatan dibawah pengawasan RS. Siti Rahmah Padang.


Linda salah seorang keluarga dari Almh. Mengatakan, kejadian bermula ketika Kamis pagi itu, NHP merasakan keram dan sakit  dibagian perutnya. Saat itu Almh. Masih Berada didalam kamar tidurnya.


"Kemudian Almh. Memanggil kami yang sedang santai di ruang tengah, karena kebetulan waktu itu hujan sangat lebat. Saya dan keluarga menuju kamar nya. Saat itu dia berkata minta tolong dibawa ke rumah sakit terdekat,"kata Linda 


Maka saat itu juga Linda bersama Kakak Laki-laki NHP, pergi menuju Puskesmas Sicincin yang kebetulan hanya berjarak 100 m dari rumah almarhumah. Korong Simpang Hilia, Nagari Kapalo Hilalang Kec. 2x11 Kayu Tanam.


"Saat itu kami langsung ke bagian IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan berkata pada petugas disana. Bahwa kami butuh ambulance, untuk mengantar NHP ke RSU. Parit Malintang. Karena Almh. Nafasnya sudah sesak butuh oksigen,"ujar Linda



Kata Linda lagi, Petugas IGD disana menjawab, bawalah kerumah sakit. 


"Kemudian kita jawab bahwa NHP baru keluar dari rumah sakit Siti Rahmah Padang,"kata Linda 


Lebih lanjut, karena petugas medis disana berpesan, jika pasien merasakan sakit saat dirumah bawalah kerumah sakit terdekat.


Namun sangat disayangkan kata Linda, petugas IGD Disana menjawab Mobil Tetanggakan ada. 



"kalau pakai oksigen dan infus mobil tetangga itulah yang kita pakai untuk melarikan Almh. Kerumah Sakit,"Jawab Linda saat itu.


Lebih lanjut kata Linda, ketika itu memang sopir ambulance juga belum masuk, kemungkinan karena hari masih hujan lebat. Dia menambahkan Puskesmas sicincin merupakan tempat pertama kali Almh. Berobat, saat NHP merasakan nyeri dibagian perut sebelah kanan.



"Cuman sangat disayangkan apalah salahnya, petugas medis di Puskesmas Sicincin ini datang melihat pasien kerumah, karena tempat tinggal kita ini bersebelahan. Setelah menunggu setengah jam, datanglah ambulance dari Puskesmas Kayu Tanam," sambung Linda.



Dia menambahkan pada saat ambulance datang, pasien sudah tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah banyak, terlihat di celana yang dipakai almh. Nova.


"Yang kita kecewakan kelalaian dan ketidak pedulian pihak Puskesmas Sicincin ini pada masyarakat setempat,"pungkas Linda.


Sementara itu, Pihak RSU. Parit Malintang melalui Direktur rumah sakit membenarkan telah menerima pasien di bagian IGD pada Kamis 18 April tersebut


"Nama pasien Nova Hera Putri (18) pada saat masuk kesini sudah tidak sadarkan diri, karena kondisi HB rendah. disebabkan pendarahan banyak keluar dibagian anus,"ujar Rina 


Rina menuturkan Ket. Dari Keluarga Almh. kepada petugas medis RSU. Parit Malintang bahwa Pasien sebelumnya telah melakukan operasi perut (Laparaskopi) di Rumah Sakit Siti Rahmah Padang.


"Jadi ketika masuk ke IGD ada pendarahan banyak di bagian duburnya. Diagnosanya Pendarahan yang keluar dari dalam perut, sehingga terjadi penurunan kesadaran akibat kekurangan cairan banyak keluar (darah) dilubang anus,"ungkap Rina.


Akibatnya kata Rina, nyawa pasien tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit.


Terpisah Kepala Puskesmas Sicincin Edi Karwono, saat ditemui diruangannya membenarkan bahwa, ada keluarga Almh. Datang ke Puskesmas meminta bantuan untuk membawa seorang pasien menggunakan ambulance ke RSUD Parit Malintang.


"Saya tidak tahu persis persoalan dengan petugas IGD pada pagi itu, Karena belum masuk kantor. Namun pada waktu tersebut ada petugas IGD 3 orang, 2 diantaranya yaitu; Syofinar dan Nuraini,"ungkap Edi 


Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa kejadian diluar prediksi pada hari tersebut telah diselesaikan dengan jalan, pihak Puskesmas telah meminta maaf kepada keluarga Almh. NHP (wrm)




























No comments:

Post a Comment

About Me


Bofet%2BHP
BOFET HARAPAN PERI JL. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
SELAMAT DATANG DI SEMOGA BERMANFAAT!