FS.Solok Selatan (Sumbar) - Sebuah Harapan pada Peringatan HUT Ke-80 PGRI dan HGN 2025. Dimana guru harus sejahtera dan profesional dalam menjalankan tugasnya di sekolah dan di luar sekolah
Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025, menjadi momen yang dinantikan para pendidik di seluruh penjuru negeri. Demikian juga halnya bagi seluruh guru di Kabupaten Solok Selatan.
Momen Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN di Solok Selatan puncaknya dilaksanakan dalam suatu rangkaian upacara dengan Inspektur Upacara Bupati H. Khairunas, dengan Perwira Upacara Kepala Dinas Pendidikan, H. Hamudis,S. Pd. MM dan Komandan Upacara Yuli Hefnardi, S. Pd (UPT SDN 28 Jujutan).
![]() |
| Ketua TP-PKK Solsel, Ny. Hj. Erniati Khairunas didaulat memotong tali saat melepaskan balon pada peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN di Solsel, Selasa (25/11/2025) |
Peringatan HGN pada tahun 2025 ini mengusung tema nasional ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’, menekankan peran penting guru dalam membangun masa depan bangsa yang kuat dan berdaya saing.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas sebagai inspektur upacara, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Dalam pidato itu, Pemerintah memaparkan langkah kongkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, diantaranya beasiswa, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pelatihan peningkatan kompetensi dan berbagai pelatihan yang bermuara pada peningkatan profesionalisme serta peningkatan kesejahteraan para guru.
Pemerintah juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru di era global, mulai dari tekanan materialistis, persoalan sosial, rendahnya apresiasi, hingga adanya kasus guru yang berhadapan dengan persoalan hukum.
“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban, Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih dan akhlak yang mulia,” kata Khairunas sebagai bentuk dukungan untuk para guru..
Mengingat peran guru yang sangat strategis ini, Pemerintah mengajak seluruh guru untuk meluruskan niat dan memperkuat motivasi, serta menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dan orang tua dalam menghargai jerih payah guru.
Kemudian secara khusus dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu juga ada pesan Presiden Prabowo Subianto untuk para murid di seluruh tanah air, untuk belajar dengan baik, mencintai orang tua, menghormati guru, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumbar memberikan penghargaan kepada para guru yang berdedikasi di Solok Selatan.
Tercatat para guru penerima penghargaan usai upacara tersebut diantaranya, peraih Guru SMP Dedikatif (Terbaik 2) atas nama Wahidiana Siti Kharomah, S. Pd asal sekolah UPT. SMP Negeri 23 Solok Selatan. Guru SMA Transformatif (Terbaik 2) atas nama Cici Yandes asal sekolah SMA Negeri 4 Solok Selatan.
Selanjutnya Guru SMK Dedikatif (Terbaik 2) atas nama Widya Sari Novita, S. Pd asal sekolah SMK Negeri 3 Solok Selatan, sedangkan Kepala. SD Dedikatif(Terbaik 1) diperoleh Marvella Rianti asal sekolah UPT SD Negeri 25 Sungai Langkitang.
Untuk Pengawas Dikmen Diksus Dedikatif (Terbaik 2) diraih Leni Murni Hayati, M. Pd. Kons asal unit kerja Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Peraih Pelopor Komunitas Belajar Guru SMA/SMK/SLB (Terbaik 3) oleh Wiwik Rince Jelita, S. Pd. M. Pd asal sekolah SMA Negeri 1 Solok Selatan. Selain itu ada juga prestasi untuk Tenaga Administrasi Sekolah (Terbaik 3) atas nama Ardiyanto, S. Pd. MM asal SMK Negeri 1 Solok Selatan.
Puncak HUT ke-80 PGRI dan HGN tahun 2025 tersebut Bupati H. Khairunas, Wabup H. Yulian Efi, Forkopimda, Sekdakab. Solsel, Dr. H. Syamsurizaldi, Ketua TP-PKK Solsel, Hj. Erniati Khairunas, Ketua GOW Ny. Hj. Bet Yulian Efi, Ketua DWP Ny. Fitri Syamsurizaldi, Ketua PGRI Solsel, Asbandi, Staf Ahli Bupati, OPD Pemkab . Solsel saat itu turut memberikan piagam pada guru-guru hebat Solsel yang meraih Penghargaan serta hadiah dan tropi pada pemenang berbagai lomba dan pertandingan yang dilaksanakan PGRI Kabupaten Solsel untuk memeriahkan HUT PGRI dan HGN di Solsel itu.
Menjelang puncak peringatan HUT PGRI dan HGN yang ditandai dengan upacara tersebut PGRI Solok Selatan telah melaksanakan berbagai lomba diantara pertandingan bola kaki yang berhasil meriah juara 1 dari Club PGRI Kecamatan Sangir, juara 2 Club PGRI Kecamatan Pauh Duo dan juara 3 Club PGRI Kecamatan KPGD.
Kegiatan lain adalah pertandingan Volly Ball Putra, juara 1 Club PGRI Sangir Jujuan, juara 2 Club PGRI Kecamatan KPGD dan juara 3 Club PGRI Kecamatan Sangir. Sedangkan Volli Ball Putri juara 1 Club PGRI Sangir Jujuan, juara 2 Club PGRI Kecamatan SBH dan juara 3 Club PGRI Kecamatan KPGD.
Sementara itu, kemeriahan HUT ke-80 PGRI dan HGN di Solok Selatan juga dilaksanakan lomba paduan suara, Himne PGRI dan Solok Selatan yang berhasil meriah juara paduan suara dari PGRI Kecamatan Pauh Duo.
Ditempat terpisah Ketua PGRI Kabupaten Solsel, Asbandi, S. Pd. M. Pd mengatakan sebagai organisasi profesi yang lahir 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, PGRI memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa.
Di tengah suasana pasca-kemerdekaan yang penuh dinamika, guru-guru Indonesia bersepakat untuk bersatu dalam satu wadah perjuangan yang independen.
Sebuah keputusan besar yang mematri tekad bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga moral bangsa dan pembentuk karakter generasi masa depan.
Delapan puluh tahun perjalanan bukan waktu yang singkat. Banyak perubahan besar telah terjadi. Kebijakan pendidikan silih berganti, kurikulum berubah berkali-kali, dan teknologi bergerak sangat cepat. Namun satu hal tetap: guru terus berdiri, meski sering kali dalam sunyi dan kesederhanaan
Apresiasi terhadap sejarah dan peran PGRI Organisasi ini telah berjasa menjaga martabat guru, memperjuangkan hak-hak pendidik, serta mengokohkan profesionalisme guru Indonesia.
Wujud solidaritas antar guru
Ribuan guru dari berbagai kecamatan berkumpul, melepas rindu, berbagi cerita, dan menguatkan kembali semangat kebersamaan," ungkap Asbandi.
“Di balik setiap guru, ada cinta yang tidak pernah selesai untuk murid-muridnya. Peringatan HUT Ke-80 ini mengingatkan kita bahwa perjuangan itu tidak pernah padam,” tambah Asbandi
PGRI sebagai Organisasi Independen yang Teguh Berdiri. Salah satu nilai yang selalu dijunjung tinggi PGRI adalah independensi. Sejak awal berdiri, PGRI berkomitmen menjaga marwah guru dari kepentingan politik praktis atau tekanan pihak tertentu.
Guru harus berdiri tegak sebagai insan pendidik yang merdeka berpikir, merdeka mengajar, dan merdeka memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Di tengah perubahan kebijakan yang kerap terjadi, independensi ini menjadi pegangan penting. Guru harus tetap fokus pada tugas utamanya: mendidik generasi muda Indonesia menjadi manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Perayaan HUT ke-80 ini menjadi momentum bagi PGRI untuk menegaskan kembali posisinya sebagai organisasi profesi yang kuat, modern, dan berakar pada nilai perjuangan sejarah
Semoga perayaan ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar menjadi energi baru, menguatkan organisasi, mempererat persatuan guru, dan memastikan bahwa martabat profesi guru tetap dijaga setinggi-tingginya.
“Guru boleh lelah, tapi jangan berhenti. Pendidikan Indonesia membutuhkan kita.” Semoga pula Bupati, Wakil Bupati dan Pimpinan Lembaga terkait lainnya dapat mendukung berbagai tuntutan pendidikan guna melahirkan generasi yang pintar, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia," pungkasnya.(Advetorial)



